(Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menerima kedatangan delegasi dari Think Tank Biro Nasional Riset Asia (NBR) Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh mantan KetuaKomando Indo-Pasifik AS, Philips Davidson di Istana Kepresidenan pada hari ini (2/2). Presiden Tsai menyampaikan, dirinya sangat bergembira sekali dapat menerima kembali teman-teman baik dari NBR di Istana Kepresidenan, serta delegasi yang dipimpin oleh Philips Davidson ini merupakan kali pertama bagi NBR melanjutkan kembali kunjungannya ke Taiwan setelah pandemi, dan Beliau pun menyampaikan sambutan yang tulus kepada delegasi. Presiden Tsai menuturkan, Philips Davidson sangat memperhatikan situasi keamanan di Selat Taiwan selama masa jabatannya sebagai Komandan Komando Indo-Pasifik. Setelah meninggalkan jabatannya, dirinya juga mengimbau AS untuk memperhatikan masalah Selat Taiwan. Presiden Tsai secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Philips Davidson, atas kontribusinya terhadap keamanan Selat Taiwan.
Presiden Tsai menegaskan, dalam menghadapi perluasan otoritarianisme, Taiwan harus meningkatkan kemampuan pertahanan diri guna memastikan keamanan nasional, serta melindungi nilai dan kebebasan demokrasi. Oleh karena itu, pemerintah Taiwan mengambil penguatan pertahanan nasional sebagai tujuan strategisnya dan mengusulkan rencana penyesuaian struktur kekuatan militer. Taiwan akan menjaga perdamaian regional dan menegakkan demokrasi, serta di tahun yang baru akan terus mengumpulkan lebih banyak kekuatan guna berkontribusi pada kemakmuran dan pembangunan kawasan.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Tahun depan akan memulihkan masa wajib militer 1 tahun, juga akan memperkuat konten dan kemampuan pelatihan. Kami bertekad dan yakin kemampuan membela negara, juga bersedia bersama AS dan negara -negara yang memiliki pandangan sepaham untuk memperdalam kerja sama.”
Presiden Tsai menambahkan, selain memperkuat pertukaran militer, Taiwan dan Amerika Serikat juga terus meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan, misalnya Prakarsa AS-Taiwan tentang Perdagangan Abad ke-21 (U.S.-Taiwan Initiative on 21st-Century Trade) yang baru saja mengadakan pertemuan putaran baru, memungkinkan kedua belah pihak dapat menyelesaikan berbagai masalah perdagangan dan investasi secara lebih efisien, membangun hubungan kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang, seperti rantai pasokan, keamanan telekomunikasi, sains dan teknologi, sehingga Taiwan dan AS, serta kawasan dan dunia global dapat memiliki perkembangan yang lebih progresif.
Philips Davidson dalam pidatonya mengemukakan, ini merupakan kali pertama bagi dirinya datang mengunjungi Taiwan dan merasakan sambutan yang hangat dari Taiwan. Dalam beberapa hari terakhir, dirinya melihat perkembangan demokrasi dan masyarakat sipil Taiwan, serta melihat bagaimana tindakan-tindakan yang diterapkan oleh rezim komunis Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam menekan Taiwan. Namun, dirinya telah mengamati sentimen rakyat Taiwan dan Taipei masih kaya akan vitalitas, serta memiliki banyak konstruksi yang tengah berlangsung dan mempunyai industri yang sangat kuat. Dirinya merasa jika Taiwan dan AS akan terus memperdalam hubungan mereka, juga berharap dirinya dapat belajar dari Presiden Tsai terkait perkembangan demokrasi Taiwan dan mendengarkan pandangan Presiden Tsai terkait situasi keamanan secara keseluruhan dan hubungan Taiwan-AS.