(Taiwan, ROC) – Taipei International Book Exhibition 2023 dibuka secara resmi oleh Presiden Tsai Ing-wen, yang ditemani langsung oleh Menteri Kebudayaan Shih Che, pada hari Selasa tanggal 31 Januari di Taipei World Trade Center. Kepala Kantor Perwakilan Polandia di Taipei, Cyryl Kozaczewski dan Kepala Polish Book Institute, Dariusz Jaworski juga turut hadir dalam upacara peresmian Pameran Buku Internasional Taipei yang kini telah memasuki tahun ke 31, dimana sekaligus menjadi ajang untuk penganugerahan pemenang pameran buku tahun ini dan piala Golden Butterfly Award.
Dalam kata sambutannya, Presiden Tsai Ing-wen menghaturkan terima kasih atas partisipasi semua masyarakat dalam hal menggelorakan kembali kebiasaan membaca buku, termasuk juga para penerbit buku dan toko buku independen. Hal tersebut selain memberikan kesempatan bagi buku yang diproduksi dan dicetak oleh Taiwan bisa menjalin interaksi pertukaran dengan dunia internasional, juga turut menunjukkan keragaman kebudayaan yang ada di Taiwan.
Presiden Tsai Ing-wen menyebutkan jika dirinya juga memiliki hobby membaca buku, namun sejak bertugas sebagai presiden, maka kebiasaan jalan-jalan berkeliling sesuka hati saat pameran buku berlangsung tidak dapat dilakukannya, namun tetap menyempatkan diri untuk memberikan sambutan. Dalam pameran tersebut, Presiden Tsai Ing-wen mengaku menerima banyak buku yang diberikan langsung oleh peserta pameran. Tsai juga menyarankan masyarakat untuk bisa langsung datang ke lokasi pameran buku, sembari menjelaskan jika orang yang dapat jalan-jalan dengan leluasa dalam sebuah pameran buku adalah orang yang sangat bahagia.
Shih Che yang baru saja ditunjuk menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, mengawali tugasnya dengan kegiatan pameran buku tersebut. Shih Che menyampaikan bahwa selama 7 tahun terakhir ini, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar NT$ 370 juta untuk mendukung 6 program strategi utama dunia percetakan Taiwan. Ia sebagai pemegang tongkat estafet selaku Menteri Kebudayaan menuturkan bahwa ke depannya pihak Kementerian Kebudayaan akan berupaya semaksimalnya dalam memberikan dukungan bagi pemberi isi konten asli, sehingga tulisan mampu benar-benar memiliki kekuatan dalam kehidupan sosial masyarakat, memajukan pemikiran manusia dan memperkuat fondasi pemikiran yang rasional.