(Taiwan, ROC) --- Media Liberty Times Net (LTN) mewartakan, dalam situs “breach forum” terdapat pihak yang hendak menjual dokumen rahasia intelijen Taiwan dengan harga US$ 150.000. Total data yang dijual oleh pihak tidak bertanggung jawab tersebut berjumlah 10GB.
Pada tanggal 18 Januari 2023, kembali ditemukan hal serupa di dalam situs tersebut. Diberitakan ada pihak yang sengaja menjual data-data yang dicurigai berasal dari instansi perwakilan Taiwan di luar negeri dan daftar tamu kenegaraan yang pernah berkunjung ke Taiwan. Kali ini, peretas menawarkan harga jual sebesar US$ 100.000 untuk data berkapasitas 6GB tersebut. Bahkan peretas bersangkutan mengklaim bahwa data tersebut telah berhasil terjual.
Biro Investigasi (MJIB) di lain pihak menyampaikan, pihaknya telah menguasai informasi bersangkutan, serta tengah aktif melakukan penyelidikan.
Baru-baru ini, diberitakan ada seorang pensiunan jenderal yang kemudian direkrut oleh Partai Komunis Tiongkok untuk menjadi mata-mata mereka. Beberapa informasi pribadi yang tertera di dalam mekanisme Asuransi Kesehatan Nasional (NHI) juga diberitakan telah dicuri untuk kemudian dijual ke Tiongkok.
Menilik pengalaman-pengalaman sebelumnya, hukuman yang akan dijatuhkan terhadap kasus spionase seperti di atas biasanya tidak terlampau berat. Kecemasan ini kemudian mendatangkan perhatian besar dari masyarakat luas.
Kementerian Kehakiman (MOJ) menyampaikan, guna meningkatkan efektivitas dalam menjamin keamanan nasional, maka Menteri MOJ, Tsai Ching-hsiang (蔡清祥) telah meminta seluruh instansi yang berada di bawah naungan MOJ untuk bekerja sama, serta menggelar koordinasi lintas kementerian. Ia juga mempromosikan penguatan terhadap sistem hukum yang ada dalam mengadili kasus terkait keamanan nasional.
Pada saat yang sama, Tsai Ching-hsiang juga akan mendorong terbentuknya mekanisme peradilan khusus, dengan dibarengi proses pemeriksaan dan penyidikan yang lebih akurat dan cepat.
Bersama dengan lembaga kejaksaan yang berada di bawahnya, MOJ akan menggalakkan kerja sama dengan beberapa instansi, misal Kementerian Pertahanan Nasional, Biro Keamanan Nasional dan lain-lain. MOJ juga akan memperkuat jadwal pertukaran dan penelitian, serta membangun tim profesional dalam menyelidiki dan menangani kasus menyangkut keamanan nasional.
Pada saat yang sama, lembaga kejaksaan bersama dengan institusi mediasi dan militer akan membentuk platform khusus untuk melakukan penyelidikan atau penanganan kasus perihal keamanan nasional.