History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MND Utus Prajurit Mengikuti Latihan Angkatan Udara dengan NATO

  • 14 January, 2023
  • 譚雲福
MND Utus Prajurit Mengikuti Latihan Angkatan Udara dengan NATO
MND Utus Prajurit Mengikuti Latihan Angkatan Udara dengan NATO

        (Taiwan, ROC) – Kementerian Pertahanan dan Keamanan atau MND sebelumnya menggelar Latihan persiapan perang menjelang masuknya liburan Tahun Baru Imlek, termasuk juga latihan Tianlong di Kaoshiung dan Hsinchu. Dan untuk pertama kalinya pesawat nirawak UAV sejenis drone yang bernama “Capricorn”, yang dikembangkan sendiri oleh Institut Ilmu dan Teknologi National Chungshan University atau NCSIST, ditampilkan dalam latihan tersebut. Pihak MND juga mengkonfirmasikan pengutusan prajurit untuk mengikuti latihan militer dengan pihak Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO, yang sekaligus dimaksudkan untuk dapat lebih memahami kondisi perang Rusia Ukraina yang masih terus berlangsung hingga saat ini, serta kondisi geopolitik dunia internasional. Dalam menghadapi ancaman yang diberikan oleh pihak Daratan Tiongkok, pihak MND sendiri pada masa sebelum liburan Tahun Baru Imlek tiba, hendak menunjukkan kepada masyarakat publik bahwa pihaknya akan terus melanjutkan tugas pengamanan negara.

        Untuk memenuhi kebutuhan pertahanan keamanan saat ini, Kementerian Pertahanan dan Keamanan atau MND, termasuk Angkatan Darat dan Angkatan Udara telah melakukan latihan tempur yang relevan. Dalam tahapan kompetisi latihan militer Tianlong, pihak Angkatan Udara, tim Mirage berhasil meraih penghargaan dengan julukan “Raja Tempur Udara dan Raja Panahan”. Pihak MND juga menegaskan Angkatan Udara telah mengirimkan personel ke Akademi Pertahanan NATO untuk pelatihan militer selanjutnya, guna memahami situasi dunia internasional. Letnan Kolonel Wu Pan-yan dari Tim Tempur ke-42 Angkatan Udara mengatakan, “Dalam latihan 6 bulan tersebut, yang paling penting adalah negara anggota NATO dan negara mitra mengirim peserta pelatihan untuk berpartisipasi dalam kursus bersama. Tidak hanya situasi antara Rusia dan Ukraina, tetapi juga situasi di Eropa Timur, juga termasuk situasi terkini di kawasan Indo-Pasifik.”

Pesawat nirawak taktis jarak pendek tipe "Capricorn" yang ditugaskan oleh Angkatan Darat dan dikembangkan oleh Institut Ilmu dan Teknologi National Chungshan University atau NCSIST, boleh dikatakan memulai debutnya di Festival Musim Semi Brigade 564 Angkatan Darat untuk meningkatkan pelatihan kesiapan tempur, meningkatkan waktu peringatan dan kemampuan deteksi batalion gabungan. Ma Rong-wei, Deputi Kepala Divisi Koalisi Peleton Pemantau dan Pengintaian, menjelaskan bahwa pesawat nirawak drone bersayap putar dapat mendeteksi target musuh di luar jangkauan visual dan mengembalikan informasi yang relevan. Untuk menjadi operator drone, seseorang harus terlebih dahulu mendapatkan sertifikat dari Administrasi Penerbangan Sipil dan lulus pelatihan ulang.

Ma Rong-wei mengatakan, “Anda harus terlebih dahulu memiliki bagian wajib. Setelah lulus sertifikat yang relevan dari Administrasi Penerbangan Sipil, Anda baru dapat menjadi operator UAV (Pesawat nirawak) setelah pelatihan ulang di sekolah militer dan mencapai tingkat kecakapan terampil.”

Pesawat nirawak Capricorn memiliki berat 25 kg, dengan kemampuan kecepatan terbang mencapai 64 km per jam, berdaya terbang selama 1 jam untuk ketinggian 1.500 meter. Ma Rong-wei menyebutkan bahwa kondisi pengoperasian pesawat nirawak ini akan lebih mudah, selain itu juga merupakan hasil karya anak bangsa, sehingga mampu memberikan rasa kepercayaan kepada diri sendiri pada saat pengoperasiaannya.

Komentar

Terbarumore