(Taiwan, ROC) -- Mantan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Anders Fogh Rasmussen pada Kamis (12/1) mengemukakan, dunia demokrasi tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama dan membiarkan Taiwan bernasib sama seperti Ukraina. Guna mencapai target tersebut, dunia demokrasi harus sebisa mungkin menaikkan harga yang harus dibayar oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT) jika menyerang Taiwan, dan Taiwan juga harus melakukan persiapan tempur penuh secepat mungkin.
Anders Fogh Rasmussen yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Denmark dan NATO, sempat datang berkunjung ke Taiwan sebagai Ketua Organisasi Nirlaba “Alliance of Democracies Foundation” pada awal bulan Januari. Dirinya menerbitkan sebuah artikel bertajuk “Taiwan tidak boleh bernasib sama seperti Ukraina” di surat kabar inggris, Financial Times pada Kamis.
Anders Fogh Rasmussen menyampaikan, kunjungannya ke ke Taiwan adalah untuk menyatakan dukungan terhadap kebebasan, demokrasi dan hak rakyat Taiwan dalam menentukan masa depannya sendiri dengan damai. Transisi demokrasi Taiwan yang sukses sangat mengesankan.
Dalam tulisannya, Anders menyebutkan sangatlah sulit untuk tidak membandingkan hubungan antara Taiwan dan RRT dengan hubungan antara Ukraina dan Rusia. Dunia demokrasi gagal menghadang Rusia menginvasi Ukraina, dan sekarang kita tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama dengan Negeri Panda. Guna mencegah terjadinya perang di Selat Taiwan, Anders Fogh Rasmussen menekankan jika dunia demokrasi harus belajar dari “pelajaran yang tepat” perang Rusia-Ukraina.