(Taiwan, ROC) Pertemuan 2+2 Dialog Keamanan AS-Jepang menegaskan untuk mempertahankan perdamaian Laut Taiwan, terkait dengan hal ini Kemenlu pada hari Kamis ini (12/1) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, serta menekankan akan berlanjut memperdalam kerja sama dengan AS, Jepang dan negara-negara yang berpandangan sepaham guna mempertahankan nilai-nilai universal demokrasi, kebebasan dan HAM.
Menlu AS Anthony Blinken, Menhan AS Llyod Austin, Menlu Jepang Hayashi Yoshimasa dan Menhan Jepang, Hamada Yasukazu kemarin menggelar pertemuan 2+2 Dialog Keamanan AS-Jepang, usai pertemuan membuat pernyataan bersama yang menegaskan pentingnya stabilitas dan perdamaian Laut Taiwan, serta lebih lanjut menekankan, “pertahanan keamanan dan stabilitas serta kemakmuran internasional menjadi unsur penting yang tidak dapat diabaikan.”
Juru Bicara Kemenlu Joanne Ou mengatakan, Kemenlu sangat mengapresiasi atas keyakinan pemerintah AS-Jepang mendukung stabilitas dan perdamaian Laut Taiwan.
Joanne Ou mengatakan, AS-Jepang lebih lanjut menyuarakan strategi diplomasi RRT yang merubah tatanan internasional, berkaitan dengan hal ini, AS, Jepang dan komunitas international peduli (serious concern) serta menjadi tantangan strategi terbesar (greatest strategic challenge).
Joanne Ou mengatakan, AS-Jepang memerhatikan isu-isu RRT tentang Laut Timur, Laut Tiongkok Selatan, Hongkong dan Xinjiang serta berlanjut memperkuat interoperabilitas dan memperluas hubungan kemitraan serta memaksimalkan pengerahan kekuatan militer aliansi untuk memenuhi tantangan keamanan yang semakin serius.
Joanne Ou mengatakan, beberapa waktu terdekat ini, otoriter RRT terus berekpansi dan menantang tatanan demokrasi dunia, membuat negara-negara demokrasi di dunia menyoroti dan mengecam. Taiwan sebagai bagian yang bertanggung jawab atas keamanan kawasan Indo Pasifik, bersama AS, Jepang dan negara-negara berpandangan sepaham untuk mempertahankan nilai-nilai universal demokrasi, kebebasan, HAM dan supremasi hukum guna menjaga stabilitas dan kemakmuran ekonomi kawasan Indo Pasifik.