History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pemulihan Industri Pariwisata Bali Secara Bertahap, Target Indonesia: Menarik Wisman 7,4 Juta Orang/ Kali

  • 31 December, 2022
  • 曾秀情
Pemulihan Industri Pariwisata Bali Secara Bertahap, Target Indonesia: Menarik Wisman 7,4 Juta Orang/ Kali
Pemulihan Industri Pariwisata Bali Secara Bertahap

(Taiwan, ROC) -- Bali, Indonesia mulai membuka pintu perbatasan untuk wisata pada awal tahun ini, maka berbondong-bondong wisman datang berkunjung, menyebabkan pemesanan hotel dan resort pada akhir tahun ini membludak. Seiring dengan situasi pandemi yang mereda, pemerintah Indonesia mengatakan, target capaian jumlah wisman adalah 7,4 juta orang per kali, atau 2 kali lipat dari tahun ini.

Keindahan dan pesona pantai, pub dan resort di Bali menjadi pilihan destinasi wisata bagi wisman. Pada liburan natal dan tahun baru ini, tidak sedikit arus wisman yang datang berwisata ke pulau tropis ini. Menurut data dari instansi resmi, tercatat mulai 1-24 Desember ada 280.000 wisman yang tiba di Bali, rata-rata 14.000 orang per hari, hal ini menunjukkan adanya pemulihan industri pariwisata secara bertahap.

Masa 2 tahun yang lalu dikarenakan pandemi, pulau Bali hampir menjadi pulau terisolasi pada tahun 2020, melarang wisatawan masuk ke pulau dewata ini, jumlah wisatawan tahunan dari 6 juta orang merosot menjadi 1,05 juta. Pada tahun 2021 hanya ada 45 orang wisman yang berkunjung, menyebabkan industri pariwisata lokal merugi dan tertekan, banyak hotel, resort, restoran dan panti pijat tutup usaha sementara, dikarenakan sebagian besar usaha di Bali mengandalkan pariwisata, maka tidak sedikit yang menghentikan usaha sementara termasuk juga pemandu dan supir wisata juga terpaksa mencari profesi pengganti. Kini pemerintah Indonesia dan pelaku usaha setempat berharap agar industri pariwisata Bali dapat kembali dihidupkan dan menyambut kegemilangan seperti sebelumnya.

Pendataan dari pemerintah setempat, pada tahun 2022 wisatawan berkunjung ke Bali ada 1,83 juta orang / kali, sebagian besar dari Australia, kemudian wisman yang berasal dari India, Inggris, Prancis dan AS. Tampak peningkatan jumlah wisman ke Bali semakin stabil, sebagai contoh bulan Oktober total ada 305.244 wisman yang berkunjung ke Bali, bulan September ada 291.162 orang.

Salah seorang pegawai hotel di Bali, Ayu (19 tahun) merasa sangat beruntung, setelah lulus kuliah ada kebijakan pelonggaran dan izin masuk bagi wisman, sehingga memudahkannya untuk memperoleh pekerjaan. Ia menjelaskan , “ masa pandemi memuncak di Bali dengan suasana sepi, tidak ada pengunjung, ekonomi melesu, tidak ada kendaraan lalu lalang semua berdiam dalam rumah.” “Ayu merasa senang dan berpendapat bahwa “karena mulai banyak hotel diaktifkan, hingga kekurangan tenaga, hampir semua kamar full booked, ada yang datang dari Indonesia dan luar negeri, akan tetapi masih jarang ditemui wisman yang berasal dari Ttaiwan.”

Supir di Bali, Ketut Putu Arta juga merasa yakin dengan kebangkitan pariwisata di Bali, karena pada paruh akhir tahun ini, situasi usahanya cukup lancar. Ia mengatakan, “setelah Bali terbuka untuk wisman pada bulan April lalu, bisnis saya cukup lancar dan pendapatan saya mencukupi untuk membayar kredit mobil, juga memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.”

Pendapatan bulanan Ketut Putu Arta sebesar Rp 7 juta (setara dengan NY$ 14.000), hampir 3 kali lipat dari UMR Bali. Ia menyebut, selama masa pandemi tidak ada rezeki, pendapatan nol, maka ia kembali ke kampungnya selama 1 tahun, hingga awal tahun ini baru turun ke kota.”

Akhir tahun ini, pemerintah Indonesia aktif menargetkan revitalisasi pariwisata , berharap tahun depan mampu menarik 7,4 pengunjung/ kali untuk berwisata di Indonesia. Menparekraf Sandiaga Uno membeberkan kepada media, “ target semula 3,5 juta naik menjadi 7,4 wisman yang berkunjung ke Indonesia, menghasilkan devisa antara US$ 2,07 milyar – 5,95 milyar pada tahun 2023”.

Komentar

Terbarumore