History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

71 Pesawat Tempur Tiongkok Terdeteksi di Sekitar Taiwan, Terbanyak dalam Rentang 24 Jam pada Tahun Ini

  • 26 December, 2022
  • 陳志勇
71 Pesawat Tempur Tiongkok Terdeteksi di Sekitar Taiwan, Terbanyak dalam Rentang 24 Jam pada Tahun Ini
71 Pesawat Tempur Tiongkok Terdeteksi di Sekitar Taiwan, Terbanyak dalam Rentang 24 Jam pada Tahun Ini (Foto: Kementerian Pertahanan Nasional)

(Taiwan, ROC) - Sebanyak 71 pesawat dan tujuh kapal militer Tiongkok terdeteksi di sekitar Taiwan dari hari Minggu pukul 06.00 hingga hari Senin pukul 06.00, merupakan jumlah pesawat paling banyak yang diutus Tiongkok untuk mengusik perairan Taiwan dalam rentang 24 jam pada tahun ini.

Menurut keterangan yang diumumkan Kementerian Pertahanan Nasional (MND) pada hari Senin, 47 dari 71 pesawat terlihat melintasi garis median Selat Taiwan atau memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) barat daya Taiwan.

Menanggapi aksi pengusikan ini, MND memerintahkan lembaga terkait untuk menuntaskan pemantauan, menugaskan pesawat patroli udara tempur serta kapal Angkatan Laut, dan mengerahkan sistem rudal darat.

Menurut hasil pemantauan MND, pesawat-pesawat Tiongkok termasuk 12 jet tempur Shenyang J-11 dan enam Sukhoi Su-30, satu kendaraan udara tak berawak (UAV) CASC Rainbow CH-4, enam jet tempur Chengdu J-10 dan 18 J-16, satu Shaanxi Y-8 EW, satu Y-8 ASW, satu pesawat peringatan dini dan kontrol udara (AEW&C) KJ-500, dan satu UAV Guizhou WZ-7 Soaring Dragon.

Eskalasi kegiatan militer oleh Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) Tiongkok diadakan setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden menandatangani Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) 2023 pada tanggal 23, yang mencakup ketentuan untuk mengesahkan pinjaman US$2 miliar pada Taiwan untuk membeli senjata buatan AS.

NDAA juga memasukkan ketentuan yang tidak mengikat, yang menyatakan bahwa Angkatan Laut Taiwan harus disertakan, sebagaimana mestinya, dalam latihan militer gabungan Lingkar Pasifik antara militer AS dan sekutunya pada tahun 2024.

Namun, Undang-undang tersebut tidak mewajibkan pemerintah AS mengundang Taiwan untuk bergabung dalam latihan tersebut.

Beijing sangat menentang NDAA, menganggapnya sebagai upaya untuk mengubah status quo dengan menantang kebijakan Satu Tiongkok dan kesepakatan bersama Tiongkok-AS tentang cara menangani masalah Taiwan.

Komentar

Terbarumore