(Taiwan, ROC) Kantor Urusan Taiwan kemarin malam (9/12) menyampaikan laporan mengenai RRT menghentikan sementara impor produk perikanan seperti ikan senangin, ikan sauri dan cumi-cumi beserta kondisi nyata yang terkait, pernyataan “larangan tanpa pemberitahuan” murni tindakan memanipulasi, maka berharap produsen produk makanan dari Taiwan segera melaporkan kepada otoritas setempat untuk menghapus pernyataan tersebut.
Kantor Urusan Taiwan RRT kemarin malam (9/12) mengeluarkan pers rilis tentang “Zhu Feng-lian Menjawab Wartawan”. Wakil Direktur Kantor Urusan Taiwan, Zhu Feng-lian menyampaikan laporan dan kondisi yang tidak sesuai sehingga RRT menghentikan sementara impor ikan senangin, ikan sauri dan cumi-cumi dari Taiwan, beranggapan bahwa protes yang diusung tidak masuk akal.
Zhu Feng-lian mengatakan, hukum “keamanan pangan” diterapkan secara nyata, Administrasi Umum Kepabeanan (GAC) pada April 2021 mengumumkan instruksi hukum GAC pasal 284 mengenai “pengawasan registrasi produsen pangan asing”, mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2022. Pada peraturan tersebut memaksimalkan prosedur registrasi, ada pembagian pengawasan produsen asing berdasarkan jenis usaha, menetapkan tanggung jawab yang dibebankan kepada badan usaha dan otoritas daerah setempat agar dapat menjaga keamanan pangan dan melindungi konsumen.
Zhu Feng-lian mengatakan, pihak otoritas telah menghubungi pihak Taiwan memberitahukan permintaan yang wajib dipenuhi dan situasi terkait, semuanya sudah disesuaikan dengan aturan pengawasan yang berlaku. Pihaknya telah meminta informasi registrasi baru dan kelolosan pengawasan agar impor produk makanan tetap dapat beroperasi dengan sebagaimana mestinya. Zhu Feng-lian mengatakan, pernyataan “larangan tanpa pemberitahuan”, murni adalah tindakan manipulasi.
Sementara Dewan Pertanian (COA) 2 hari sebelumnya (8/12) sempat menjelaskan, telah meminta pelaku usaha yang memasarkan produk ke RRT untuk mematuhi prosedur registrasi yang ditetapkan RRT pada bulan April yang lalu. Sementara ini ada lebih dari 100 perusahaan yang memasarkan produknya ke RRT, dengan produk makanan utama diantaranya adalah cumi-cumi, ikan sauri dan ikan senangin, namun hanya ada 1 perusahaan yang diloloskan.
Kantor Urusan Daratan Tiongkok (MAC) mengatakan, Taiwan tidak akan berspekulasi apakah tindakan RRT demikian ada sangkut-pautnya dengan unsur politik. Akan tetapi RRT tidak hanya lalai, tidak melakukan peninjauan secara seksama tetapi juga tanpa memberitahu memblokir produk dari Taiwan, maka pemerintah menyatakan protes dan mengimbau agar otoritas RRT dapat segera memecahkan permasalahan ini dan tetap melindungi hak produsen Taiwan.