(Taiwan, ROC) – Setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menangguhkan impor ikan Kerapu, ikan Layur, dan ikan Makerel Taiwan, kali ini terdapat sebuah kabar yang menyebutkan jika produk perikanan Taiwan kembali dilarang.
Dewan Pertanian (COA) Taiwan pada 8 Desember malam mengonfirmasi kabar tersebut, dan dari situs Administrasi Umum Kepabeanan RRT ditemukan jika di antara lebih dari 100 perusahaan Taiwan yang mengajukan penjualan produk perikanan, hanya satu pelaku usaha saja yang disetujui untuk melanjutkan penjualan dan sisanya telah ditangguhkan. Kepala COA, Chen Chi-chung (陳吉仲) saat diwawancara pada pagi hari ini (9/12) menyebutkan, setelah melalui inventarisasi awal, produk perikanan yang terkena dampaknya adalah cumi-cumi, ikan Senangin, ikan Cakalang dan ikan Sauri Pasifik dengan nilai produksi lebih dari NT$ 6 miliar pada tahun lalu.
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Hsueh Jui-yuan (薛瑞元) dalam sebuah wawancara menunjukkan, Biro Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) akan mengirimkan surat kepada pihak Negeri Tirai Bambu guna memahami alasannya, namun pasti tidak akan mendapatkan balasan. RRT sering melakukan hal seperti ini, yakni melakukan larangan namun tidak pernah menjelaskan alasannya atau memberikan periode masa tenggang.
Selain itu, Chen Chi-chung (陳吉仲) menyampaikan, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) dalam waktu dua hari ini juga sangat memperhatikan hal ini, dan secara khusus menyampaikan jika hak dan kepentingan nelayan tidak boleh dikompromikan. Karena dampak dari prosedur tindakan RRT yang tidak sesuai dengan norma Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), COA pada saat bersamaan juga menjalankan tindakan-tindakan dalam menanggapinya.
Chen Chi-chung (陳吉仲) menuturkan, dirinya masih berharap dapat melanjutkan ekspor produk perikanan Taiwan ke Negeri Tirai Bambu melalui jalur normal serta melalui prosedur pelengkapan dokumen. Namun, apabila Negeri Panda mengabaikannya, kami tidak menutup kemungkinan akan melaporkannya ke WTO.