(Taiwan, ROC) PM Su Tseng-chang kemarin (7/12) memimpin rapat tahunan “Mobilisasi Yuan Eksekutif Tahun 2022”, selain menunjuk latihan militer Min-an, Wan-an adalah pelatihan skala besar yang akan digelar tahun depan, juga meminta Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, Dewan Pertanian untuk melakukan persiapan terkait medis kedokteran, distribusi pangan supaya siap sedia saat terjadi perang.
Yuan Eksekutif mengemukakan, dalam sidang tersebut PM Su Tseng-chang menyampaikan, tetangga jahat menggunakan ancaman militer untuk merampas Taiwan, maka dari itu segala persiapan yang terkait dengan membela negara, menanggulangi bencana, penyelamatan dan tanggap darurat serta menghadapi serangan musuh dan perlawanan perlu direncanakan, menjalani pelatihan hingga setiap pihak yang terlibat siap siaga.
PM Su Tseng-chang mendengar laporan kinerja tahunan dari Kemenhan dan Beliau meminta agar Kemenhan memobilisasi seluruh jajarannya, serta berkoordinasi dengan lintas kementerian dan pemda agar pertahanan nasional semakin kuat, seperti meningkatkan pelatihan kekuatan sipil, menyempurnakan mekanisme mobilisasi persiapan perang, persiapan pangan saat perang dan menginventarisir fasilitas penting pendukung kehidupan.
PM Su Tseng-chang meminta agar latihan militer Wan-an, Min-an tahun depan dan mobilisasi setiap staf kementerian dapat dintegrasikan dengan latihan skala besar yang mencakup pemeliharaan, perbaikan darurat untuk infrastruktur utama, meninjau efektivitas dari semua unit pemerintahan, terlebih-lebih pada saat komunikasi dan transportasi yang mengalami kelumpuhan saat perang, wajib menjalani simulasi latihan segala situasi perang yang dapat terjadi.
PM Su Tseng-chang mengapresiasi militer dan polisi selalu siap dalam tanggap darurat dan memberikan pertolongan, akan tetapi situasi perang yang berbeda, berharap militer dan polisi tetap sigap maka meminta Kemenhan dan kementerian terkait untuk mensimulasi situasi perang Rusia Ukraina, sebagai acuan untuk mempersiapkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi saat perang. Pemerintah pusat dan daerah harus saling bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik.
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, Dewan Pertanian dan Kementerian Urusan Digital (MODA) juga memberikan laporan terkait “Penguatan Sistem Medis Kedokteranan Saat Perang”, “Persiapan Pangan” dan “Perlindungan Informasi”. PM Su Tseng-chang mengingatkan agar layanan medis dapat terkendali dengan baik selama perang, sebelumnya telah mempersiapkan persediaan obat dan peralatan medis, gudang penyimpanan yang aman dan merancang rute pengantaran yang stabil. PM Su memberi saran kepada Dewan Pertanian untuk menanggapi masa perang dengan mengatur mekanisme penyimpanan, distribusi pangan yang terbagi di setiap wilayah, serta membuat penilaian situasi perang dengan skala penyimpanan pangan yang diperlukan agar dapat menghindari kepanikan warga saat perang mengalami krisis makanan.
Terkait keamanan informasi dan serangan hoaks, PM Su mengatakan, saat ini menghadapi perang informasi maka meminta MODA, Komisi Komunikasi Nasional (NCC), Kementerian Hukum dan Kementerian Perekonomian segera mempelajari dan mengajukan solusi sesegera mungkin. PM Su Tseng-chang mengatakan, MODA harus dengan hati-hati menanggapi tantangan keamanan informasi yang kompleks dan membangun mekanisme yang efektif sehingga semua kementerian dapat lebih waspada dan meningkatkan perlindungan sistem basis data inti dan infrastruktur utama, jika dapat dihindari pada kesempatan pertama maka dapat menciptakan lingkungan dengan keamanan informasi yang stabil dan membangun ketahanan digital.