(Taiwan, ROC) --- Presiden Joe Biden bertemu dengan Pemimpin Tiongkok, Xi Jin-ping untuk pertama kalinya semenjak ia menjabat posisi nomor satu di Amerika Serikat. Otoritas Gedung Putih merilis siaran pes yang menyampaikan bahwa “Kebijakan Satu Tiongkok” yang diakui pemerintah Joe Biden tidak akan berubah.
Di samping itu, Joe Biden juga menentang terjadinya perubahan secara sepihak dari status quo di Selat Taiwan.
Menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sudah sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat di dunia internasional. Negeri Paman Sam jelas menentang aksi koersif dan tindakan agresif Tiongkok terhadap Taiwan, yang dicemaskan akan merusak perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan, serta akan membahayakan kemakmuran wilayah regional, bahkan global.
Pada tanggal 15 November 2022, Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengucapkan terima kasih atas penegasan dukungan dan komitmen AS kepada Taiwan. MOFA juga akan meningkatkan kerja sama dengan Amerika Serikat dan negara sehaluan lainnya untuk bersama-sama melawan paham otoritarianisme.
Juru bicara MOFA, Joanne Ou mengatakan, “Taiwan adalah anggota kubu demokrasi yang paling bertanggung jawab untuk kawasan Indo-Pasifik. Di tengah situasi yang kritis ini, ketika negara-negara otoriter secara terang-terangan menentang tatanan internasional, maka kami akan terus memperkuat pertahanan diri, serta memperdalam kemitraan keamanan antara Taiwan dengan Amerika Serikat dan dengan negara-negara sepaham lainnya. Hal ini kami lakukan untuk melawan ekspansi paksa dari paham otoritarianisme, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan. Kami akan terus mengupayakan yang terbaik untuk menjamin kawasan Indo-Pasifik yang semakin bebas, terbuka dan makmur. Kami juga tidak pernah berhenti untuk mempertahankan seluruh tatanan internasional yang sudah ada.”
MOFA menambahkan, semenjak Joe Biden menjabat posisi nomor satu di AS, ia telah berulang kali menekankan bahwa komitmennya untuk mempertahankan keamanan Taiwan akan selalu menjadi prioritas utama. Semenjak bulan Agustus tahun 2022, kesempatan Taiwan untuk menyampaikan pernyataan di dunia internasional kian terbuka, baik secara individu maupun saling berbagi dengan negara-negara sehaluan.
Di samping itu, isu perihal Taiwan pun kian menjadi fokus banyak negara, meliputi pembicaraan para pemimpin bilateral AS dengan Australia pada tanggal 13 November 2022, serta pertemuan trilateral AS, Jepang dan Korea Selatan, yang kembali menegaskan pentingnya untuk mempertahankan stabilitas perdamaian di Selat Taiwan.