(Taiwan, ROC) - Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) berterima kasih atas penjualan senjata Amerika Serikat sebanyak enam kali pada Taiwan sejak Joe Biden dilantik sebagai Presiden, juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan Amerika Serikat menjalani misi pelayaran rutin di Selat Taiwan untuk menunjukkan dukungannya pada Taiwan dalam menghadapi eskalasi militer Tiongkok.
Kepala negara mengungkapkan hal tersebut saat menemui delegasi wadah pikir Amerika Serikat yakni Center for American Progress (CAP) yang sedang berkunjung di Taiwan.
Berbicara pada pemimpin delegasi Thomas Daschle, Presiden Tsai mengatakan, “Taiwan terletak di garis terdepan dari eskalasi otoritarianisme. Kami akan terus memperkuat pertahanan negara, juga akan berusaha menjaga kestabilan dan perdamaian regional. Menghadapi tantangan pandemi dan Perang Rusia-Ukraina, kami harap negara demokratis bisa mengembangkan keunggulan masing-masing, sama-sama membangun rantai pasokan yang lebih aman dan tangguh.”
Presiden tidak lupa berterima kasih pada Daschle atas dukungan jangka panjang yang diberikan pada Taiwan, juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Daschle untuk meneruskan jabatan Ketua Institut Demokrasi Nasional (NDI) Amerika Serikat.
Daschle mengemukakan, dibukanya kantor perwakilan di Taiwan adalah salah satu bagian dari rencana NDI mengembangkan Taiwan sebagai pusat demokrasi kawasan Indo-Pasifik.
Kemajuan demokrasi bergantung pada kekuatan pertahanan negara, tuturnya, itulah mengapa pemerintah dan parlemen Amerika Serikat menaruh perhatian besar pada keamanan kawasan Indo-Pasifik, dan salah satu isu inti adalah keamanan Taiwan.