(Taiwan, ROC) - Yuan Eksekutif menggelar sidang pemeriksaan laporan kedua tentang Implementasi Konvensi Hak-Hak Anak (CRC) Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 14 hingga 18 November, mengundang lima pakar asing terkemuka dari Belanda, Inggris, Australia, Irlandia dan Serbia untuk bersama-sama meninjau perkembangan penghormatan hak-hak anak di Taiwan dalam lima tahun silam.
Sidang pemeriksaan laporan kedua yang pertama dijukan November tahun lalu tersebut dihadiri oleh Menteri Non-Portofolio Lin Wan-i (林萬億), Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Nasional Chen Chu (陳菊), dan pejabat tinggi dari lembaga judikatif dan instansi terkait lain.
Melalui sambutannya, Lin Wan-i mengemukakan, hasil sidang pemeriksaan pertama pada lima tahun lalu telah menghimpun banyak usul bagi implementasi CRC di Taiwan, dan banyak kebijakan terkait terundur akibat pandemi selama lebih dari dua tahun silam telah memasuki tahap kedua, di mana CRC kini dimasukkan sebagai salah satu target perkembangan HAM nasional.
Menurut Lin, untuk tahap kedua ini, tidak hanya lembaga pemerintah pusat akan ditugaskan dalam implmentasi CRC, pemerintah daerah juga akan dilibatkan untuk bergabung dalam “Rencana Aksi HAM Nasional.”