(Taiwan, ROC) – Menghadapi situasi di kawasan dan Selat Taiwan setelah Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis Tiongkok (PKT), Amerika Serikat (AS) baru-baru ini terus memperkuat hubungannya dengan Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan sekutu lainnya, serta menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di selat Taiwan, serta menentang tindakan mengubah status quo secara sepihak. Menteri Pertahanan AS dan Korsel mengeluarkan pernyataan bersama setelah pertemuan konsultasi keamanan usai pada 3 November kemarin. Selain menjaga stabilitas Semenanjung Korea dan kawasan, mereka juga menegaskan kembali akan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Selat Taiwan. Sebelumnya, pada Dialog Kemitraan Strategis AS-Singapura, serta pembicaraan tripartit antara diplomat senior AS, Jepang, dan Korsel pada akhir Oktober, semuanya menyebutkan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta menekankan jika AS, Jepang, dan Korsel akan bekerja sama guna memastikan kemampuan bela diri Taiwan.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari ini (4/11) mengemukakan, dalam menghadapi ekspansi militer dan tindakan provokatif Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pemerintah Taiwan akan terus memperkuat kemampuan pertahanan diri, secara bersamaan juga akan memperdalam kemitraan keamanan yang erat antara Taiwan-AS, serta memperkuat kerja sama dengan negara-negara yang berpikiran serupa untuk menjaga keamanan Selat Taiwan, kedaulatan dan martabat nasional negara kami, sistem Taiwan yang bebas dan demokratis, kebebasan, keterbukaan, perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik, serta bersama-sama mempertahanankan tatanan internasional yang berbasis aturan.