History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pembahasan Situasi Lintas Selat, Huo Shou-yeh: Bukan Lagi Mempertanyakan RRT Menyerang Taiwan Melainkan Kapan Akan Menyerang

  • 03 November, 2022
  • 鄭蕙玲
Pembahasan Situasi Lintas Selat, Huo Shou-yeh: Bukan Lagi Mempertanyakan RRT Menyerang Taiwan Melainkan Kapan Akan Menyerang
Senior General Huo Shou-yeh memberikan sambutan dalam acara “Dialog Keamanan Taipei 2022” (foto:CNA)

(Taiwan, ROC) Institut Penelitian Keamanan dan Pertahanan Nasional (INDSR) pada kemarin (2/11) menggelar “Dialog Keamanan Taipei 2022”, mengangkat topik bahwa Taiwan bukan memprovokasi perang, melainkan ingin menghindari perang. Taiwan lebih berharap agar permasalahan dan persaingan Taiwan dapat diselesaikan dengan damai.

Wadah Pemikir Kementerian Pertahanan INDSR pada kemarin menggelar “Dialog Keamanan Taipei 2022” dengan mengambil tema “Situasi RRT dan Dunia di Tengah Krisis” yang dihadiri oleh kalangan akademis dari berbagai negara seperti AS, Ukraina, Jerman, Jepang, Lithuania, Turki dan lainnya. Senior General Huo Shou-yeh dalam sambutannya menyampaikan, peristiwa besar dunia tahun ini, yakni perang Rusia-Ukraina dimulai pada Februari, semula dunia menganggap remeh Ukraina, akan tetapi tekad perlawanan Ukraina yang kuat, membuat negara-negara sekitar dan negara demokratis turut memberikan dukungan seperti menyumbangkan barang kebutuhan, senjata dan peralatan lainnya, akan tetapi beberapa negara yang menerapkan penalti terhadap Rusia malah membuat perang berkelanjutan dan mulai meruntuhkan moral dan kegigihan tentara Rusia

Huo mengemukakan, perang Rusia Ukraina tidak hanya menjadi urusan dari kedua negara ini saja, tetapi juga menjadi perlawanan terhadap sistem otoritarianisme dan konflik nilai kemanusiaan, sehingga masyarakat dunia merasakan betapa pentingnya keamanan regional. Pada saat dunia sedang memerhatikan situasi perang Rusia Ukraina, juga menyoroti tekanan RRT terhadap Taiwan, apakah lintas selat Taiwan akan terjadi perang.

Huo menyebut, terkait pembahasan apakah akan terjadi perang? bukan lagi pertanyaan apakah RRT akan menyerang Taiwan, melainkan kapan akan menyerang Taiwan.

Huo mengemukakan, pemerintahan RRT dan Rusia yang menganut sistem komunis mulai berekspansi ke luar, hal ini memicu rasa kuatir terhadap masyarakat dunia. Sejak akhir abad ke-20, terlebih-lebih setelah Pimpinan RRT Xi Jing-ping berkuasa, mengandalkan capaian reformasi keterbukaan, berlanjut membangun pasukan tentara modern menjadi sasaran yang akan dicapai, terus memperkuat militer.

Huo Shou-yeh mengatakan, setelah Xi Jing-ping dalam kongres nasional 20 yang dipastikan melanjutkan periode ke-3, memutuskan arah masa depan RRT akan semakin tangguh: berkaitan pembahasan perang lintas selat bukan lagi mempertanyakan apakah RRT akan menyerang Taiwan, tetapi kapan akan menyerang Taiwan. Huo menjelaskan perlawanan Republik Tiongkok terhadap ancaman dan tekanan telah berjalan 70 tahun, beberapa tahun terakhir ini Taiwan semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanannya, juga berlanjut mempersiapkan kekuatan tempur, Taiwan yakin mampu melawan invasi RRT, menjamin keamanan Laut Taiwan; akan tetapi persiapan tempur Taiwan bukan memprovokasi perang melainkan menghindari perang, Taiwan lebih berharap situasi lintas selat yang kompetitif mampu menyelesaikan permasalahan secara damai, menghindari gejolak atau musibah yang terjadi dan merugikan Laut Taiwan dan dunia.

Wakil Ketua Kantor Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Chiu Chui-cheng dalam sambutannya mengatakan, Taiwan selalu mematuhi prinsip perdamaian lintas selat, akan tetapi kondisi saat ini tak menentu, sebenarnya niat apa yang telah merubah dan ingin merusak status quo, ia yakin “semua masyarakat juga menyadarinya”, dikarenakan strategi RRT terhadap Taiwan sangat tidak fleksibel, serta bersikeras memaksa Taiwan menerima konsensus 92 atau prinsip Satu Tiongkok, yang berharap Taiwan menerima bahwa Taiwan merupakan salah satu bagian dari RRT, akan tetapi Taiwan sama sekali tidak menerima pendapat ini. Chiu Chui-cheng menekankan, Taiwan bertekad mempertahankan kedaulatan dan sistem demokrasi, dalam hal ini tidak akan pernah goyah, melainkan inilah landasan Taiwan, dan sama sekali tidak akan mengalah.

Komentar

Terbarumore