(Taiwan, ROC) - Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) meminta Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) menetapkan kebijakan membimbing pengembangan promosi destinasi wisata utama untuk menarik kunjungan wisman dan membangkitkan kembali kemakmuran industri pariwisata Taiwan.
Perdana Menteri mengungkapkan hal tersebut saat memimpin raker pandemi di Yuan Eksekutif pada hari Senin pagi, membahas hasil evaluasi pandemi domestik dan asing, kondisi pembukaan perbatasan sejauh ini, dan kemajuan vaksinasi dalam negeri.
Menurut Su, industri pariwisata sedang perlahan-lahan pulih seiring kebijakan pascapandemi yang diadopsi kebanyakan negara, Taiwan sendiri juga telah membuka perbatasan negara pada pertengahan Oktober, maka ada perlunya bagi MOTC untuk membimbing para pelaku usaha dalam mempromosikan situs pariwisata, menarik kunjungan wisatawan dari luar negeri, dan memulihkan kegairahan industri pariwisata.
Juru bicara Yuan Eksekutif Lo Ping-cheng (羅秉成) menyampaikan, dalam laporannya pada raker pagi tadi, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) memastikan bahwa puncak lonjakan kasus kali ini telah berlalu, jumlah terdiagnosis pada pekan ini telah berkurang 9,8% banding pekan lalu, sementara pasien bergejala ringan atau asimptomatik mencapai 99,56%; tapi seiring pembukaan perbatasan dan meluasnya perjangkitan influenza, CECC akan terus memantau dampak mutasi virus terhadap kelompok rawan gejala akut yang berisiko tinggi.
Menurut CECC, lanjut Lo, selama lebih dari dua minggu sejak dibukanya perbatasan dan dilonggarkannya prokes karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) pada 13 Oktober, jumlah kedatangan dan keberangkatan telah meningkat secara signifikan, di antaranya kedatangan PPLN rata-rata mencapai 10.074 orang per hari.