(Taiwan, ROC) Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara RRT kemarin (26/10) menggelar konferensi pers, kembali mengangkat laporan pemerintahan kongres nasional 20 dan menegaskan bantahan terhadap Taiwan berdaulat. Kantor Urusan Daratan Tiongkok (MAC) mengatakan, tanpa ada bukti nyata mencemooh demokrasi Taiwan, hal ini menunjukkan pemikiran RRT yang kaku dan kurangnya pemahaman terhadap sistem demokrasi.
Kemarin malam MAC secara tertulis merespons pandangan laporan kongres 20 terkait Taiwan. MAC mengatakan, kantor urusan Taiwan kemarin menyampaikan tidak terlepas dari kebijakan terhadap Taiwan, yang utama adalah menyebarluaskan konten laporan kongres nasional 20, mencerca demokrasi Taiwan tanpa dasar yang kuat, masyarakat Taiwan sama sekali tidak akan sependapat, semua ini hanya akan menunjukkan pemikiran RRT yang kolot dan kurang pemahaman terhadap sistem demokrasi.
MAC mengemukakan, pemerintah akan berlanjut dengan kebijakan perdamaian dan stabilitas Laut Taiwan, pemerintah Beijing berlanjut memperkuat kerangka politiknya terhadap Taiwan, mempertinggi intimidasi militer terhadap Taiwan, inilah yang menjadi sumber penyebab situasi tegang laut Taiwan, komunitas internasional pun semakin menentang.
MAC menekankan, Taiwan akan meneruskan berdiri pada posisi “4 Kegigihan”, memperkuat “4 Ketangguhan Utama”, membela kedaulatan dan demokrasi kebebasan negara, mengimbau agar pemerintah Beijing tidak lagi melawan dan menginvasi, namun bersikap saling menghargai, mengadopsi perdamaian untuk mengatasi perbedaan.
Presiden Tsai Ing-wen tahun lalu dalam perayaan hari nasional juga mengangkat “4 Kegigihan”, mencakup selamanya bersikeras mempertahankan mekanisme konstitusi demokrasi kebebasan, berpegang teguh bahwa ROC dan RRT tidak saling berafiliasi; bersikeras membela kedaulatan yang tidak gentar dengan ancaman agresi; bersikeras dengan masa depan ROC maka wajib mengikuti kehendak masyarakat Taiwan.
Presiden Tsai Ing-wen pada perayaan hari nasional ROC tahun ini juga memberikan isi pidato yang sama, terlebih -lebih ingin menciptakan “4 Ketangguhan Utama” yang lebih sempurna pada aspek jaringan keamanan sosial, mekanisme kebebasan berdemokrasi, dan kekuatan tempur pertahanan nasional.