(Taiwan, ROC) - Gerakan Dunia untuk Demokrasi (World Movement for Democracy) akan mengadakan Sidang Global ke-11 di Taipei, Taiwan pada 25-27 Oktober 2022, untuk memperkuat solidaritas di antara para pendukung demokrasi di seluruh dunia dalam upaya membangun dunia yang bebas. Ini akan menjadi konferensi internasional terbesar atas demokrasi yang diselenggarakan oleh Taiwan sejak berawalnya pandemi COVID-19.
Berdasarkan keterangan pers yang dirilis National Endowment for Democracy (NED) Amerika Serikat, sekitar 300 aktivis demokrasi, pakar dan pembuat kebijakan dari 70 negara akan membahas bagaimana menghadapi tantangan otoriter saat ini dan membantu mendorong momentum demokrasi.
Petinggi yang akan hadir mencakup Ketua Komisi Urusan Luar Negeri Parlemen Ukraina Oleksandr Merezhko, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu (吳釗燮), Menteri Urusan Digital Audrey Tang (唐鳳), dan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) yang dijadwalkan menyampaikan sambutan dalam pembukaan sidang.
Sementara pembicara kunci akan mencakup pemenang Penghargaan Nobel untuk Perdamaian dan Ketua Komite Pengarah Gerakan Dunia untuk Demokrasi Maria Ressa, dan Anne Applebaum dari The Atlantic, yang akan membahas tentang bagaimana memperjuangkan demokrasi dan memperkuat ekosistem media berbasis fakta.
Diluncurkan pada tahun 1999, Gerakan Dunia untuk Demokrasi adalah jaringan global untuk mendorong kerja sama dalam mempromosikan demokrasi, sedangkan National Endowment for Democracy yang berbasis di Washington, DC berfungsi sebagai Sekretariat Gerakan Dunia untuk Demokrasi.