(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 12 Oktober 2022, otoritas Gedung Putih merilis dokumen strategi keamanan nasional. Dalam laporan tersebut juga disinggung perihal Taiwan. AS menegaskan kembali bahwa pihaknya akan menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta menentang perubahan status quo secara sepihak. Di samping itu, AS akan mengikuti ketentuan yang terdapat dalam UU Hubungan Taiwan, berkomitmen membantu memperkuat pertahanan diri Taiwan.
Dalam laporan strategi keamanan nasional, Gedung Putih menetapkan tiga arah utama pembangunan, meliputi investasi terhadap instrumen yang bisa memperkuat kekuatan dan pengaruh AS; membangun koalisi dengan negara-negara aliansi untuk memperkuat pengaruh kolektif dalam membentuk lingkungan internasional yang strategis; memordenisasi dan memperkuat militer AS.
Dalam aspek global, AS akan menonjolkan potensi mereka dalam menghadapi persaingan dengan Tiongkok dan menahan aksi semena-mena Rusia. Berikutnya, akan bekerja sama dalam menghadapi isu-isu global, meliputi perubahan iklim, keamanan energi, epidemi, pangan, pengendalian senjata dan memberantas terorisme. Pada saat yang sama, AS juga akan membentuk norma-norma di sektor teknologi, internet, ekonomi dan perdagangan.
Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan menyampaikan, saat ini AS telah memasuki dekade dari dua tantangan strategis yang mendasar. Pertama, tantangan antara negara besar untuk membentuk masa depan yang sesuai dengan tatanan internasional. Kedua, adalah menghadapi serangkaian tantangan lintas negara.
Dekade ini sangat penting dalam menentukan kondisi dunia, terutama menghadapi persaingan Tiongkok dan mengatasi tantangan-tantangan besar. Jake Sullivan mencontohkan, Tiongkok adalah tantangan terbesar AS dalam bidang geopolitik. Meski sebagian besar pengaruh Tiongkok lebih terasa kental di kawasan Indo-Pasifik, tetapi dampak yang dibawa yang bisa berpengaruh secara mendunia.
Ketika menyinggung perihal Taiwan, laporan tersebut menyampaikan bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat penting, guna mempertahankan situasi regional yang aman dan makmur.
AS juga menentang perubahan sepihak terhadap status quo. Pada saat yang sama, AS tidak mendukung kemerdekaan Taiwan, serta akan terus mengikuti Kebijakan Satu Tiongkok yang dipandu dengan UU Hubungan Taiwan, Three Communiqués dan Enam Jaminan.
Laporan tersebut juga menegaskan kembali bahwa AS mematuhi komitmennya di bawah UU Hubungan Taiwan, serta mendukung Taiwan dalam memperkuat pertahanan mereka.
AS juga akan terus mencari pihak baru untuk mengintegrasikan dan memperdalam aliansi dengan Eropa di kawasan Indo-Pasifik, termasuk meningkatkan fungsi G7 dan menjalin kerja sama yang memiliki tujuan serupa.