(Taiwan, ROC) - Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menggarisbawahi tekad Taiwan untuk mempertahankan kedaulatan dan menegaskan bahwa "tidak ada ruang untuk kompromi" dalam hal menjaga kebebasan dan cara hidup demokratis.
Presiden mengatakan, “Selama 73 tahun terakhir, warga Taiwan hidup dan tumbuh bersama di tanah ini, dan telah membentuk identitas dan solidaritas yang kuat. Konsensus paling kuat di antara rakyat Taiwan dan berbagai partai politik adalah bahwa kita harus mempertahankan kedaulatan nasional dan cara hidup yang bebas dan demokratis. Dalam hal ini, kita tidak memiliki ruang untuk kompromi.”
Kepala negara mengungkapkan hal tersebut melalui pidato nasional yang disampaikan pada perayaan Hari Nasional ROC ke 111 di alun-alun Istana Kepresidenan di Taipei pada hari Senin pagi.
Presiden menekankan ada perlunya untuk penguatan “Empat Ketangguhan” dalam menciptakan bangsa yang tangguh, masing-masing dalam bidang industri ekonomi, jaringan keamanan sosial, mekanisme kebebasan demokrasi dan kekuatan tempur pertahanan nasional.
Perihal eskalasi militer Tiongkok yang diadakan pasca kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi di Taiwan, Presiden Tsai menyerukan kepada pihak berwenang Beijing bahwa konfrontasi senjata sama sekali bukan opsi bagi kedua pihak. Hanya dengan menghormati komitmen rakyat Taiwan terhadap kedaulatan, demokrasi, dan kebebasan, baru ada dasar untuk melanjutkan interaksi konstruktif di Selat Taiwan, tutur Tsai.
Kepala negara juga khusus menyampaikan apresiasi pada setiap warga negara yang bersama-sama gigih berjuang untuk melewati masa pandemi COVID-19. Berkat pencegahan dan pengendalian yang diberlakukan, pandemi di Taiwan cukup terkontrol sehingga Taiwan bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi setinggi 6,57% pada tahun lalu.