(Taiwan, ROC) - Presiden Amerika Serikat Joe Biden menegaskan bahwa pasukan AS akan membela Taiwan andaikata terjadi invasi Tiongkok.
Dalam wawancara di acara CBS "60 Minutes" yang ditayangkan pada Minggu malam, Biden mengatakan kepada pembawa acara Scott Pelley bahwa AS akan membela Taiwan "jika ada kenyataan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya."
Ini adalah pernyataan paling jelas dari Biden tentang masalah Taiwan sejak menjabat sebagai presiden. Dari saat Rusia menginvasi Ukraina lebih dari enam bulan lalu, Biden telah beberapa kali menekankan bahwa pasukan militer AS tidak akan memerangi pasukan Rusia di tanah Ukraina. Pelley pun menanyakan apakah situasinya akan berbeda jika terjadi serangan ke Taiwan dan Biden memberikan jawaban tadi.
Pernyataan Biden tampaknya merupakan penyimpangan dari kebijakan lama "ambiguitas strategis" Washington, tapi menurut laporan “60 Minutes”, seorang pejabat Gedung Putih kemudian mengatakan bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah.
Atas komitmen melalui pernyataan tegas ini, Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan hari Senin menyampaikan apresiasi. Juru bicara MOFA Joanne Ou menekankan, menghadapi provokasi militer dari Tiongkok, Taiwan akan terus memperkuat daya pertahanan negara, memperdalam kemitraan dengan Amerika Serikat dan negara-negara sependirian lain, dan melindungi keamanan dan kedamaian di Selat Taiwan serta kawasan Asia Pasifik.