(Taiwan, ROC) -- Media RRT melaporkan, sebuah perusahaan di Tianjin memberikan laporan mengimpor sebanyak 5.165 buku bergambar beberapa hari lalu, di mana terdapat 1.321 buku yang karena tanggal penerbitan terdapat tulisan kata “Republik Tiongkok” juga menggunakan penulisan tahunnya sehingga buku tersebut ditahan di bea cukai karena dianggap “melanggar prinsip satu Tiongkok”.
Untuk itu bea cukai RRT beberapa waktu lalu memberitahukan bahwa semua buku karya dari penulis Taiwan, Lung Ying-tai harus dimusnahkan dan dilarang, laporan ini menarik perhatian dunia pembaca dan penerbit buku antar Selat Taiwan.
Berdasarkan laporan media Tianjin kemarin (31/8) yang juga melampirkan foto, terlihat petugas bea cukai menunjukkan tanggal penerbitan buku yang adalah terbitan National Palace Museum dengan harga NT$1.200, karena buku ini menggunakan tanggal penerbitan “ROC, 108 – 01, cetakan kedua” (catatan: penulisan tahun di Taiwan tahun 108 adalah tahun masehi 2019).
Menurut laporan, sebuah perusahaan buku di Tianjin yang mengimpor buku bergambar sebanyak 5.165 buku. Dalam pemeriksaan bea cukai, buku yang diimpor ini diklasifikasi berdasarkan jenisnya seperti buku bergambar komik, ilmu pengetahuan, kaligrafi dan sastra budaya serta lainnya, dari 57 kategori buku tersebut terdapat 1.321 buku cetakan yang menggunakan penulisan penanggalan Taiwan sehingga dianggap melanggar prinsip “Satu Tiongkok” Berdasarkan laporan membeberkan, pihak bea cukai Tianjin telah menahan buku tersebut berdasarkan peraturan yang diberlakukan dan akan diserahkan kepada instansi bersangkutan untuk ditindaklanjuti.