History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menlu Guatemala Berkunjung ke Taiwan, Tegaskan Komitmen di Tengah Eskalasi Militer Tiongkok

  • 29 August, 2022
  • 陳志勇
Menlu Guatemala Berkunjung ke Taiwan, Tegaskan Komitmen di Tengah Eskalasi Militer Tiongkok
Menteri Luar Negeri Guatemala Mario Búcaro (ketiga dari kiri) berkunjung ke Taiwan. (Foto: CNA/29 Agustus 2022)

(Taiwan, ROC) - Menteri Luar Negeri Guatemala Mario Búcaro beserta delegasi yang dipimpinnya tiba di Taiwan pada hari Senin untuk mengadakan kunjungan sepanjang lima hari.

Setibanya di Bandara Internasional Taoyuan, Búcaro menegaskan bahwa perjalanannya dimaksudkan untuk menunjukkan komitmen negaranya pada Taiwan di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan pasca kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi awal Agustus.

Berbicara kepada wartawan, Búcaro yang menjabat sebagai diplomat top Guatemala sejak Februari, mengatakan, “Saya ingin memberitahukan sahabat-sahabat di Taiwan, kunjungan resmi kali ini akan membuka halaman kerja sama bilateral baru, agar seluruh dunia tahu bahwa kita adalah sekutu diplomatik dengan nilai dan ideologi yang sama. Taiwan dan Guatemala akan selalu menjadi sekutu.”《外:220829-01步卡羅(男)27"》

Menurut Búcaro, bukan suatu kebetulan bahwa kunjungan ini terjadi selama masa-masa sensitif di kawasan ini, melainkan merupakan contoh terkuat dari komitmen Republik Guatemala untuk melanjutkan dukungan pada Taiwan meskipun ada tantangan atau ancaman.

Búcaro mengacu pada eskalasi militer Beijing terhadap Taipei setelah kunjungan singkat Pelosi ke Taiwan sepanjang 19 jam pada 2-3 Agustus, yang merupakan perjalanan pertama oleh seorang ketua DPR AS ke Taiwan sejak 1997.

Sebagai tanggapan, Beijing meluncurkan serangkaian latihan militer tembakan langsung di enam zona maritim yang mengelilingi Taiwan dari 4-7 Agustus. Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) Tiongkok kemudian memperpanjang latihan, dengan operasi skala kecil berakhir pada 10 Agustus.

Pada saat yang sama, Tiongkok juga meretaliasi dengan menangguhkan impor beberapa produk makanan dan pertanian Taiwan.

Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya untuk dipersatukan kembali suatu hari nanti, sangat keberatan dengan negara-negara lain yang memperlakukan Taiwan sebagai negara, termasuk mengirim pejabat tinggi untuk berkunjung.

Selain menegaskan kembali komitmen diplomatik pada Taipei, Búcaro juga berterima kasih kepada Taiwan yang telah menunjukkan solidaritas bersama negaranya selama pandemi COVID-19, dan menawarkan bantuan di bidang-bidang seperti pendidikan, teknologi dan inovasi.

"Kepada pemerintah Taiwan dan masyarakat umum, di Guatemala Anda akan selalu menemukan teman yang mendukung. Semoga hubungan jangka panjang kita, yang didasarkan pada cita-cita dan nilai-nilai bersama, dapat diteruskan di tahun-tahun mendatang," tambahnya.

Menurut Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan, semasa kunjungan pertamanya di Taiwan, Menlu Búcaro dijadwalkan bertemu dengan pejabat tinggi termasuk Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dan Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮).

Búcaro dan delegasinya juga akan mengunjungi Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan (TAITRA); Universitas Pertahanan Nasional tempat belajar beberapa kadet Guatemala, Museum Istana Nasional, dan akan menuju Kaohsiung Software Park sebelum mengakhiri kunjungan dan meninggalkan Taiwan pada hari Jumat, kata MOFA.

Kunjungan Búcaro dilakukan dua bulan setelah Presiden Guatemala Alejandro Giammattei berjanji untuk mempertahankan hubungan dengan Taipei, di tengah upaya yang semakin berhasil oleh Beijing untuk mensabotase sekutu-sekutu diplomatik Taiwan yang tersisa.

Sejak inaugurasi Presiden Tsai pada Mei 2016, Taiwan telah kehilangan delapan sekutu diplomatik yang mengalihkan pengakuan pada Tiongkok, yaitu Burkina Faso, Republik Dominika, El Salvador, Kiribati, Nikaragua, Panama, Sao Tome and Principe, dan Kepulauan Solomon.

Komentar

Terbarumore