History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Negara Sahabat Mendukung Taiwan, Kemenlu Imbau Internasional Sepakat Beri Kecaman Untuk RRT

  • 25 August, 2022
  • 鄭蕙玲
Negara Sahabat Mendukung Taiwan, Kemenlu Imbau Internasional Sepakat Beri Kecaman Untuk RRT
Jubir Kemenlu Joanne Ou (foto: MOFA)

(Taiwan, ROC) Wakil tetap Perserikatan Bangsa-bangsa dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatic dengan Taiwan seperti Belize, Eswatini, Guatemala, Haiti, Kepulauan Marshall, Nauru, Palau, Paraguay, Saint Christopher dan Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent dan Tuvalu menyampaikan perihal ancaman militer terhadap taiwan yang semakin gencar dilakukan oleh pemerintah Daratan Tiongkok, tindakan yang merusak status quo, mengancam keamanan, perdamaian dan stabilitas laut Taiwan, maka menaruh perhatian dan memuji Taiwan bersikap tenang dalam menghadapi ancaman dari RRT, pernyataan bersama ini disampaikan pada tanggal 23 Agustus waktu Amerika Timur.

Kemenlu pada hari Kamis ini (25/8) menyampaikan, negara-negara sahabat bersikeras mendukung Taiwan, memberikan suara dukungan dengan beragam cara dalam ajang internasional, hal ini sepenuhnya menunjukkan Taiwan dan negara sahabat berpegang teguh pada konsep saling berbagi nilai demokrasi.

Juru Bicara Kemenlu Joanne Ou mengatakan, “Mereka juga menentang militer RRT yang memprovokasi, berniat merusak keamanan dan perdamaian kawasan regional, kami mengharapkan bersama negara sahabat berpegang pada peraturan menjaga tatanan internasional.”

Kemenlu mengemukakan, pemerintah Taiwan kembali mengecam aksi militer RRT yang berniat mengubah status quo laut Taiwan, merusak perdamaian dan stabilitas. Tindakan militer RRT tidak hanya telah merusak tatanan internasional, juga memengaruhi lalu lintas perhubungan dan perdagangan internasional. Apalagi selama beberapa tahun terakhir ini, dengan penafsiran resolusi majelis umum PBB 2758 yang salah, RRT terus menekan internasional untuk tidak menerima partisipasi Taiwan, Kemenlu mengimbau agar komunitas internasional mengakui tindakan pemerintah RRT yang tidak bertanggung jawab merusak status quo, semestinya mengecam dan mendesak agar RRT mematuhi Piagam PBB yang melarang penggunaan kekuatan, RRT semestinya segera menghentikan segala bentuk pemaksaan terhadap Taiwan dan komunitas internasional.

Kemenlu mengklarifikasikan, wakil presiden Palau J. Uduch Sengebau Senior menerima undangan pemerintah Taiwan, dijadwalkan tanggal 27 -31 Agustus akan berkunjung ke Taiwan. Kemenlu mengatakan, ini merupakan pertama kalinya datang ke Taiwan setelah menjabat sebagai wakil presiden, berkaitan dengan hal ini pihaknya menyambut baik. Kunjungan ini diagendakan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen, Wapres William Lai dan kedua belah pihak akan melakukan pertukaran pendapat tentang isu-isu kerja sama dan topik yang menjadi perhatian umum, selain itu masih diatur untuk bertemu dengan Menlu Joseph Wu yang akan menjamu makan bersama.

Kemenlu mengatakan, hubungan Taiwan dan Palau terjalin sejak 1999 yang telah berjalan 23 tahun, kedua belah pihak membina kerja sama dalam sektor pertanian, perikanan, pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kebudayaan, komunikasi informasi, sumber energi yang bersih, keamanan maritin dan kesehatan publi, dalam beberapa tahun terakhir memperdalam hubungan kerja sama berbagai bidang, hasil kerja sama dapat dirasakan oleh berbagai kalangan, hubungan Taiwan-Palau semakin akrab.

Komentar

Terbarumore