(Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen menerima kedatangan Ketua Koordinator “Tim Peneliti Hubungan Antar Selat” dari Tokyo University, Yasuhiro Matsuda pada pagi hari Kamis ini (25/8). Presiden Tsai Ing-wen dalam pidatonya menyampaikan, penelitian Taiwan merupakan tugas yang sangat menantang baik itu secara akademis maupun praktik, untuk itu tim yang dipimpin Yasuhiro Matsuda tidak saja memiliki analisa dan pengetahuan yang mendalam tentang sejarah, politik dan perekonomian Taiwan melainkan juga mengeluarkan banyak artikel-artikel terkait dengan hubungan Antar Selat Taiwan, Presiden Tsai berahrap para peneliti Jepang dapat terus berupaya seperti ini agar penelitian tentang Taiwan bisa semakin mendapat perhatian
Presiden Tsai menyampaikan, beberapa tahun terakhir ini Taiwan dan Jepang tidak saja mengahdapi tantangan pandemi, tekanan dari ekspansi otoritarianisme yang membuat semakin merasa pentingnya persatuan negara-negara demokrasi dunia. Beliau menggunakan kesempata ini sekali lagi mengucapkan teirma kasih pada pemerintah Jepang begitu mementingan dan menegaskan pentingnya kestabilan perdamaian Antar Selat Taiwan dalam berbagai ajang. Pemimpin negara juga menegaskan, RRT terus melakukan latihan militer di sekitar Taiwan belakangan ini, hal ini memberikan ancaman besar bagi keamanan kawasan, untuk itu Presiden Tsai dengan tegas menegaskan posisi Taiwan.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Saya ingin sekali lagi menegaskan tekad Taiwan untuk mempertahankan kedaulatannya dan menjaga demokrasi kebebasan, serta tidak akan berubah karena adanya tekanan dan intimidasi. Bersamaan dengan waktu itu, Taiwan selaku salah satu anggota dari masyarakat dunia yang bertanggung jawab, maka tidak akan pernah memprovokasi masalah atau meningkatkan konflik, kami berharap negara-negara demokrasi dunia dapat bergandengan tangan bekerja sama, bersama-sama melindungi keamanan kawasan, juga berharap Taiwan dan Jepang dapat terus memimpin kerja sama pertukaran kawasan, bersama-sama mempromosikan kestabilan kemakmuran dan kebebasan keterbukaan bagi kawasan Indo Pasifik.”
Yasuhiro Matsuda dalam pidatonya menegaskan, pentingnya pembukaan perbatasan, Yasuhiro mengemukakan, mereka pelajar berbahasa Mandarin berharap dapat datang dan belajar di Taiwan, sedangkan para cendikiawan yang peduli dengan Asia Timur juga mengharapkan dapat berkunjung ke Taiwan agar dapat memastikan langsung situasi yang ada serta melakukan penelitian, survei, pertukaran pendapat dan lainnya, ia berharap Taiwan dapat secepat mungkin membuka perbatasan, menunjukkan kinerja yang luar biasa dari Taiwan pada dunia.
Yasuhiro Matsuda, “Yang menjadi keunggulan terbaik Taiwan adalah masyarakat yang bebas dan terbuka, semakin terbuka maka akan semakin menonjolkan keunggulan Taiwan, jika Taiwan membuka perbatasan termasuk wisatawan, maka orang yang datang dapat menyampaikan keunggulan Taiwan pada masyarakat dunia. Dari pihak Jepang juga menghadapi kesulitan serupa, tetapi bagaimanapun kami berharap Taiwan dapat secepatnya mengambil langkah membuka perbatasan.”
Yasuhiro Matsuda juga mengemukakan, dengan latihan militer skala besar yang dilakukan RRT di sekitar perairan Taiwan sehingga demokrasi mendapat ancaman, negara-negara di dunia kembali dapat melihat nilai dari Taiwan dan mengkhawatirkan keamanan Taiwan, tetapi kekhawatiran tidak dapat menyelesaikan masalah, negosiasi dan pencapaian target dari Taiwan dan Amerika Serikat termasuk Jepang, yang telah menjadi hal yang lebih penting.
Pada akhir kata, Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan bahwa ia baru saja menerima kunjungan delegasi Nikka Giin Kondankai (All-party parliamentary group), persahabatan dan pertukaran Taiwan – Jepang terus semakin erat, ia juga berterima kasih kepada “Tim Peneliti Hubungan Antar Selat” dari Tokyo University atas perhatian dan kontribusi terhadap hubungan Taiwan dan Jepang.