(Taiwan, ROC) – Perwakilan Republik Tiongkok (ROC) untuk Jerman, Shieh Jhy-wey (謝志偉) menerima wawancara dengan Reuters, dan dirinya memuji sikap Jerman yang mulai tegas terhadap Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan menghimbau pemerintah Jerman untuk lebih memperkuat hubungan dengan Taiwan.
Dilansir dari pemberitaan Reuters, Shieh Jhy-wey (謝志偉) yang telah menjabat sebagai Perwakilan ROC untuk Jerman sejak tahun 2016 mengemukakan, dirinya berharap Jerman dan mitra strategis lainnya mengundang Taiwan untuk turut berpartisipasi dalam latihan militer berikutnya di kawasan Indo-Pasifik, atau mengatur lebih banyak kunjungan bilateral.
“Saya menyadari metode kesediaan pemerintah Jerman dalam memperbaiki isu terkait Taiwan, dan beberapa situasi telah terjadi. Secara bersamaan saya berharap, ketika sikap agresif Negeri Tirai Bambu kepada Taiwan menjadi lebih sembrono, Jerman memiliki respons yang relevan terhadap RRT”, ujar Shieh Jhy-wey (謝志偉) saat menerima wawancara dari Reuters pada 17 Agustus.
Para kritikus menuduh Jerman telah lama bersikap lunak terhadap Negeri Panda pada isu-isu seperti hak asasi manusia dan Taiwan. Hal tersebut dikarenakan Negeri Tirai Bambu telah menjadi mitra dagang terbesar Jerman sejak tahun 2016, maka dari itu membuat pihak Jerman sangat bergantung secara ekonomi kepada RRT.
Namun di pemerintahan Perdana Menteri saat ini, Olaf Scholz telah bersumpah untuk mengambil sikap lebih keras terhadap RRT, dan untuk pertama kalinya menyebutkan kata “Taiwan” dalam kesepakatan pembentukan pemerintahan koalisi. Kesepakatan tersebut tertulis apabila status quo Selat Taiwan ingin diubah, maka harus dilakukan secara damai serta musyawarah lintas selat.
Shieh Jhy-wey (謝志偉) menyampaikan, Taiwan seharusnya dapat lebih terintegrasi dengan organisasi internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Organisasi Polisi Kriminalitas Internasional (Interpol).
Beliau menunjukkan, sekarang ini tidak seorang pun di Berlin mendengar ada orang yang menyebut “perubahan yang didorong oleh bisnis”, yang dulunya merupakan prinsip panduan jangka panjang dari kebijakan Jerman terhadap Negeri Tirai Bambu, serta akan menjadi sebuah kiritik jika disebutkan.
Shieh Jhy-wey (謝志偉) menuturkan, kebijakan Jerman terhadap Negeri Panda tampaknya telah mengalihkan fokus ke isu-isu geopolitik. Pemerintah jerman sebelumnya telah memperingatkan, agar dapat memisahkan diri dari ekonomi RRT.
Shieh Jhy-wey (謝志偉) juga menyebutkan, seluruh Eropa juga telah memulai berjalan ke jalur baru, contohnya adalah kunjungan Wakil Presiden Parlemen Eropa, Nicola Beer ke Taiwan pada Juli tahun ini (2022), merupakan kunjungan resmi pertama untuk seorang senior Parlemen Eropa ke Taiwan.