(Taiwan, ROC) – Dalam menghadapi latihan militer skala besar yang digelar oleh pihak Beijing, menaikkan suhu politik di Selat Taiwan. Kepala Kantor Perwakila Taiwan di Amerika Hsiao Bi-khim pada hari Jumat tanggal 12 Agustus waktu setempat mengimbau Beijing dapat bersikap rasional, bukan menggunakan jalan kekerasan atau kekuatan militer dalam mengatasi perbedaan pandangan dalam bidang politik, akan tetapi bisa menggunakan jalan yang damai dalam menghadapi perselisihan.
Hsiao Bi-khim yang menghadiri upacara peresmian pameran Taiwan Contemporary Art Show at Twin Oaks yang bertajuk “Nature Matters”, saat ditanya oleh wartawan berkenaan dengan kondisi antar selat menjabarkan, bahwa latihan militer skala besar yang digelar oleh Daratan Tiongkok turut menarik perhatian penuh oleh dunia internasional, dimana aksi tersebut telah menegangkan situasi perdamaian di Selat Taiwan.
Pihak Daratan Tiongkok menggunakan cara yang sangat tidak rasional dan tidak masuk akal, dalam menanggapi lawatan Ketua DPR Amerika Nancy Pelosi ke Taiwan beberapa waktu lalu. Untuk itu Hsiao Bi-khim menyayangkan sikap berlebihan yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok, selain itu juga memberikan imbauan agar pihak Daratan Tiongkok tidak gegabah dalam menggunakan kekerasan atau kekuatan militer dalam menghadapi perbedaan pandangan dalam hal politik.
Hsiao Bi-khim menyebutkan dalam beberapa waktu terakhir ini, pihak Beijing terus menambah skala cakupan dan skala kekuatan dalam menggelar latihan militer yang ditujukan sebagai ancaman dan tindakan menakuti Taiwan, serta memberikan dampak pengaruh terhadap kestabilan perdamaian dalam kawasan. Perairan di sekitar Taiwan adalah jalur perdagangan dunia internasional yang sangat penting, perubahan kondisi apapun akan langsung memberikan dampak pengaruh kepada dunia, demikian juga dengan pengaruh langsung terhadap Daratan Tiongkok sendiri. Ia kembali mengimbau pihak Daratan Tiongok hendaklah memberikan contoh teladan bagi dunia, yakni takkala menghadapi masalah perselisihan pandangan politik, maka dapat menggunakan langkah dan cara yang stabil, sehat dan damai.
Menanggapi isu program peta negosiasi perdagangan Taiwan dan Amerika yang akan segera diumumkan, seperti yang disebutkan oleh Koordinator Dewan Keamanan Nasional untuk Indo-Pasifik Gedung Putih Amerika, Kurt Campbell, maka Hsiao Bi-khim memberikan penjelesan bahwa setelah Taiwan dan Amerika memulai prakarsa “U.S.-Taiwan Initiative on 21st-Century Trade” pada bulan Juni lalu, maka kedua belah pihak akan terus memperhatikan perkembangan yang ada. Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat atau USTR, usai menyelesaikan tugas pertama yakni pengumpulan pendapat dari berbagai pihak terkait dan pembahasan internal, termasuk pembahasan dengan perwakilan Taiwan, interaksi pertukaran pendapat dengan para pelaku usaha, maka kedua belah pihak menyetujui untuk bisa mempercepat dimulainya negosiasi tahap pertama, berharap mampu mencapai kesepahaman dalam berbagai hal yang ada. Hsiao Bi-khim juga berharap semua proses negosiasi dapat berjalan dengan lancar.