(Taiwan, ROC) – Wakil Ketua Partai KMT Andrew Hsia belum lama ini memimpin rombongan kunjungan ke Daratan Tiongkok. Perdana Menteri Su Tseng-chang pada hari Sabtu tanggal 13 Agustus menyampaikan bahwa pihak Daratan Tiongkok terus menganggu Taiwan, merusak perdamaian kawasan, maka semua pihak harus dapat bersatu dalam menghadapi serangan musuh, menunjukkan sikap tidak pasrah dalam tekanan yang dimiliki oleh masyarakat Taiwan. Dirinya meragukan jika kunjungan tersebut juga turut membawa unsur konspirasi dan pertukaran hal tertentu. Untuk itu dirinya juga menyarankan pihak Partai KMT dapat menjauhi jurang yang ada.
Beberapa hari lalu Angkatan Bersenjata Daratan Tiongkok menggelar latihan militer di sekeliling perairan Taiwan, yang kembali membuat situasi politik antar selat memanas. Namun Wakil Ketua Partai KMT Andrew Hsia justru memimpin rombongan kunjungan ke Daratan Tiongkok pada tanggal 10 Agustus, sehingga segera memicu perdebatan publik.
Berkenaan dengan hal tersebut, saat diwawancarai oleh media pada tanggal 13 Agustus pagi, Perdana Menteri Su Tseng-chang menjelaskan bahwa pihak Daratan Tiongkok menggunakan pesawat tempur, kapal induk, rudal, berita hoaks untuk mengganggu Taiwan, merusak perdamaian kawasan, dimana semua negara di dunia juga turut memberikan kecaman dan menyatakan dukungan bagi Taiwan. Akan tetapi dalam kondisi seperti demikian, Partai KMT justru melakukan berbagai aksi yang hendak membingungkan pandangan dunia internasional. Semenara para kandidat pemilu tahun ini asal Partai KMT juga sangat memahami kehendak mayoritas masyarakat lewat jajak pendapat, sehingga turut menyampaikan sikap tidak mendukung kunjungan tersebut. Untuk itu ia menyarankan Partai KMT untuk bisa menahan langkah dan menjauhi jurang yang ada.
Su Tseng-chang mengatakan, “Tidak tahu apa keuntungan yang hendak diharapkan oleh Partai KMT? Atau hendak melakukan pertukaran yang seperti apa? Kami menyarankan Partai KMT dapat menahan langkah dan menjauhi jurang. Dalam menghadapi intimidasi musuh dari luar, maka semua pihak hendaknya bersatu melakukan perlawanan, agar dunia juga dapat melihat tekad bulat Taiwan yang tidak menyerah karena tekanan. Selain itu justru harus bersatu melawan musuh dari luar, dan bukannya bergadang untuk melakukan hal-hal yang hendak mendapatkan pengakuan masyarakat.”
Selain itu, karena isu skripsi hasil salinan semakin meluas, tanggal 12 Agustus Kandidat Walikota Taoyuan Lin Chih-chien mengumumkan pengunduran diri dari pemilu tahun ini, dan akan diwakilkan Cheng Yun-peng dari partai DPP. Perdana Menteri Su Tseng-chang memberikan pandangannya bahwa hal yang harus diadu dalam pemilu adalah program kerja politiknya, sementara isu skripsi salinan justru membuat kondisi pemilu menjadi tidak terfokus lagi. Namun pengunduran Lin Chih-chien yang hendak menunjukkan sikap bersih dalam menjalani pertandingan pemilu, juga dihormati oleh Su Tseng-chang. Partai DPP juga segera mengajukan Cheng Yun-peng yang senior dan berpengalaman untuk mempertahankan wilayah Taoyuan, dan penunjukkan ini juga merupakan hal yang tepat. Melalui hal ini, ia berharap pemilu di Taiwan dapat belajar sebuah pengalaman, yang kelak turut meningkatkan fungsi dan derajat pemilu itu sendiri.