(Taiwan, ROC) -- Menteri Ceko untuk Urusan Eropa, Mikuláš Bek dalam sebuah wawancara eksklusif mengemukakan jika Republik Rakyat Tiongkok (RRT) bukanlah mitra yang dapat diandalkan, dari segi ekonomi, Taiwan jauh lebih penting. Dalam menanggapi aliansi RRT-Rusia, Uni Eropa perlu memperluas kerja sama dengan negara-negara barat.
Dalam sebuah wawancara eksklusif yang diterbitkan oleh surat kabar Austria “Die Presse” pada 10 Agustus yang lalu menyebutkan, Eropa harus berhati-hati saat berhadapan dengan Negeri Tirai Bambu, jangan sampai melakukan kesalahan seperti di masa lalu dengan Rusia, dan memandang Negeri Panda sebagai mitra yang dapat diandalkan.
Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada akhir Februari, negara-negara Eropa telah menyatakan keraguan akan keselarasan Moskow dan Beijing. Mikuláš Bek menyimpulkan, Rusia dan Negeri Tirai Bambu akan terus mempertahankan hubungan sekutu, namun karena RRT jauh lebih kuat dari Rusia, ketergantungan Rusia pada RRT akan semakin dalam, dan sangatlah perlu bagi Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk memperluas kerja sama dengan negara-negara barat.
Presiden Ceko, Miloš Zeman dikenal karena sikapnya yang pro RRT, Rusia, dan anti Amerika. Namun, setelah pemerintah Ceko yang baru berkuasa pada akhir tahun lalu, sangat berharap untuk menyesuaikan jalur diplomatik Zeman, dan berencana untuk menarik diri dari mekanisme kerja sama antara Negeri Panda dan negara-negara Eropa Tengah dan Timur. Pada bulan Juli yang lalu juga masih menyambut baik kunjungan Ketua Yuan Legislatif Republik Tiongkok (ROC), You Si-kun (游錫堃), dan membayangi hubungan antara Republik Ceko dan RRT.
Mikuláš Bek menyampaikan, banyak orang Ceko yang merasa jika Negeri Tirai Bambu sangatlah aktif karena Zeman. Faktanya, pengaruh modal RRT sangatlah kecil. Sebaliknya, Taiwan adalah mitra ekonomi yang jauh lebih penting.