(Taiwan, ROC) Kemenlu menyampaikan, saat ini pemerintah AS sedang memanggil dubes RRT di AS, untuk melakukan pertemuan dan membahas sikap protes AS terhadap tindakan provokasi RRT, pada tanggal 10 Agustus Menlu Inggris juga meminta dubes RRT di Inggris memberikan penjelasan terkait tindakan provokasi militer yang dilakukan terhadap Taiwan.
Kemenlu juga mengatakan, berlanjut merasakan seruan komunitas internasional untuk Taiwan, terhadap dukungan dari negara-negara sahabat untuk Taiwan, Kemenlu sangat mengapresiasi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Joanne Ou, “pejabat dari 45 negara, dan 470 anggota kongres dan parlemen dari 51 negara turut menyuarakan dukungan bagi Taiwan, mereka mengecam tindakan militer RRT yang mengertak dan mengancam Taiwan, mereka beranggapan intimidasi militer RRT tidak beralasan, hanya memperburuk situasi ketegangan selat Taiwan.”
Selain itu, berkaitan dengan buku putih tentang Taiwan yang dirilis RRT, Kemenlu mengatakan Kantor Urusan Daratan Tiongkok(MAC) telah menyampaikan sikap dan posisi Taiwan, Kemenlu menanggapi pernyampaian dari MAC bahwa Taiwan dan RRT tidak saling berafiliasi, bersikeras menolak prinsip Satu Negara Dua Sistem, masa depan Taiwan hanya diputuskan oleh 23 juta masyarakat Taiwan, sama sekali tidak menerima rezim otoriter yang ditetapkan.