History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Beijing Rilis Buku Putih Tentang Taiwan, Hsiao Bii-khim: Tak Akan Mengorbankan Demokrasi Taiwan

  • 11 August, 2022
  • 鄭蕙玲
Beijing Rilis Buku Putih Tentang Taiwan, Hsiao Bii-khim: Tak Akan Mengorbankan Demokrasi Taiwan
Kepala Kantor Perwakilan Republim Tiongkok di AS, Hsiao Bii-khim (sumber : MSNBC)

(Taiwan, ROC) Berkaitan dengan buku putih keluaran RRT, Kepala Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di AS, Hsiao Bii-khim (蕭美琴) menyampaikan, Beijing menggunakan cara gertakan dan ancaman memaksa Taiwan menerima politik RRT, akan tetapi ini bukan yang diinginkan oleh Taiwan, Taiwan tidak akan mudah goyah dan terus memperjuangkan demokrasi yang tidak mudah diperoleh.

Setelah Ketua DPR AS, Nancy Pelosi berkunjung ke Taiwan, belakangan ini RRT kerap menjalani latihan militer di sekitar Taiwan yang memicu ketegangan selat Taiwan.

Hsiao Bii-khim kemarin (10/8) menerima wawancara dari radio MSNBC, ia mengatakan, selama 10 tahun berjalan, Taiwan selalu menghadapi ancaman dari RRT, sejak lama terjadi dan menjadi hal yang biasa, meskipun intensitas latihan militer RRT cukup mengkhawatirkan, akan tetapi “tidak akan terpengaruhi, kami tetap berharap bisa menghirup udara bebas dalam kehidupan kami”.

Selain latihan militer, kantor urusan Taiwan dan Kantor Informasi Dewan Pemerintahan RRT (SCIO) mengeluarkan buku putih mengenai “isu Taiwan dan reunifikasi Satu Tiongkok era Baru”, yang menerangkan semenjak kongres nasional RRT ke -18, maka membuat kebijakan tentang Taiwan. Ini juga pertama kalinya Presiden RRT Xi Jin-ping merilis buku putih tentang Taiwan selama ia menjabat.

Sehubungan dengan hal ini, Hsiao Bii-khim mengatakan, saat ini strategi Beijing adalah intimidasi dan ancaman yang memaksa Taiwan untuk menerima kondisi politik RRT, sementara yang diterangkan dalam buku putih, sama seperti yang diterapkan di Hongkong berpegang pada prinsip “Satu Negara Dua Sistem”. Akan tetapi hak dasar Hongkong mengalami keterpurukan, kebebasan berpendapat, berserikat dan kebebasan pers telah ditindas, “ini bukan yang diinginkan oleh masyarakat Taiwan”, walaupun terintimidasi dan mendapat ancaman, kami tidak gentar untuk memperjuangkan demokrasi.

Buku putih yang dirilis oleh RRT tentang Taiwan berisi 5 pokok diantaranya, Taiwan adalah bagian dari RRT dan tidak pernah diragukan juga tidak akan pernah berubah; Partai Komunis RRT tidak goyah dalam mempromosikan reunifikasi; proses reunifikasi yang sepenuhnya tidak dapat dihalangi; di era baru mempromosikan reunifikasi ibu pertiwi; merealisasikan masa depan ibu pertiwi dan reunifikasi yang gemilang.

Hsiao Bii-khim mengemukakan, Taiwan berkomitmen memperkuat pertahanan, ia juga menekankan bahwa tidak ada niat Taiwan untuk berperang dengan RRT, hanya bertujuan untuk menghalangi maka Taiwan berupaya untuk meningkatkan kekuatan tempur melalui strategi pertahanan asimetris untuk menghadang sasaran politik RRT.

Saat bersamaan, Hsiao Bii-khim mengatakan Taiwan telah memperkuat kekebalan publik terhadap ancaman tersebut, termasuk tidak hanya ancaman militer, tetapi juga paksaan ekonomi, serangan dunia maya, dan kampanye politik yang memengaruhi masyarakat. Banyak cara yang digunakan RRT, Taiwan pun semestinya mengantisipasi dengan beragam cara.

Ketika ditanyai “Taiwan Policy Act”, Hsiao Bii-khim berpandangan sangat mengapresiasi dukungan kongres nasional AS selama belasan tahun. Ia mengatakan, tindakan provokasi yang dilakukan RRT akan memicu perhatian dunia luar, malah bekerja dengan Taiwan untuk mengatasi ancaman ini. Ia berharap melalui langkah yuridiksi, menyediakan perangkat bermanfaat bagi Taiwan untuk melawan agresi dan melindungi perdamaian dan kepentingan semua pihak.

Komentar

Terbarumore