(Taiwan, ROC) – Setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) Nancy Pelosi datang berkunjung ke Taiwan, pihak Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengumumkan akan menggelar latihan militer di sekitar pulau Taiwan. Menanggapi hal tersebut, Grup 7 (G7) dan Gedung Putih mengkritik Negeri Panda, dan mengatakan jika tindakan itu tidak beralasan.
Menteri Luar Negeri G7 dalam sebuah pernyataannya mengemukakan, “tidak ada alasan untuk menggunakan kunjungan tersebut sebagai dalih untuk kegiatan militer agresif di Selat Taiwan”. Respons Negeri Tirai Bambu yang berpotensi meningkatkan ketegangan dan merusak stabilitas kawasan tersebut.
Selain itu, Gedung Putih AS pada 3 Agustus menunjukkan, RRT tidak memiliki alasan menjadikan lawatan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan sebagai sebuah krisis
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre menyampaikan, kunjungan Ketua DPR AS memiliki preseden historis. Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan sejalan dengan kebijakan lama AS.
Karine Jean-Pierre menambahkan, Pemerintah Beijing tidak beralasan untuk mengubah kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan menjadi semacam krisis, atau menggunakannya sebagai alasan untuk mengintensifkan operasi militer agresif di Selat Taiwan dan juga sekitarnya.
Karine Jean-Pierre menegaskan, AS telah menjelaskan jika “Kebijakan Satu Tiongkok” AS tidak berubah dan tidak menginginkan krisis terjadi.