(Taiwan, ROC) --- Dalam beberapa tahun belakangan, Parlemen Eropa telah memainkan peran penting dalam mempererat hubungan antar Taiwan dengan Uni Eropa. Baru-baru ini, Reinhard Butikofer dan beberapa anggota parlemen lainnya mengungkapkan rencana mereka untuk mengunjungi Taiwan pada akhir tahun.
Kunjungan tersebut dilakukan guna mempromosikan penandatanganan perjanjian investasi bilateral antara Taiwan dengan Uni Eropa.
Dalam sebuah wawancara dengan media Berlin, Der Tagesspiegel, Kepala Delegasi Hubungan Tiongkok Parlemen Eropa, Reinhard Butikofer menyampaikan, perjanjian investasi tersebut akan membantu perusahaan-perusahaan Eropa untuk memperluas pasar mereka di Taiwan, sebaliknya juga akan meningkatkan kesadaran dari perusahaan semikonduktor Taiwan untuk berinvestasi di Eropa.
Bersama dengan anggota komite perdagangan lainnya, Reinhard Butikofer berencana mengunjungi Taiwan pada bulan Desember, guna mendorong penandatanganan perjanjian investasi.
Pada bulan Oktober tahun lalu, Parlemen Eropa meloloskan resolusi tentang "Hubungan Kerja Sama Politik Uni Eropa - Taiwan". Resolusi tersebut mendukung negara-negara anggota untuk meningkatkan kerja sama politik mereka dengan Taiwan. Yang mana ini adalah pencapaian terbaru dalam hubungan bilateral Taiwan dengan Eropa.
Reinhard Butikofer beranggapan bahwa lembaga eksekutif Uni Eropa umumnya akan bersikap lebih hat-hati. Oleh karena itu, Kongres adalah pendorong utama untuk mempromosikan kebijakan perihal Taiwan.
Selain itu, Ketua Tim Sahabat Taiwan dari Parlemen Eropa yang juga berasal dari Jerman, Michael Gahler, direncanakan akan turut serta dalam rombongan pada akhir tahun ini.
Terlepas dari intimidasi Beijing terhadap kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi ke Taiwan, Michael Gahler menilai bahwa RRT belum memiliki persiapan apa pun, sehingga belum ada kemungkinan akan terjadi perang di Selat Taiwan.
Ia menyampaikan, otoritas RRT tengah mengamati tindakan negara barat dalam menanggapi krisis yang terjadi di Ukraina.
Reinhard Butikofer dan Michael Gahler percaya, Uni Eropa harus mematuhi "Kebijakan Satu Tiongkok", serta wajib mempertahankan hubungan pragmatis dengan Taiwan dengan tetap berdasar pada Status Quo, terutama saat menyinggung perihal Selat Taiwan.
Reinhard Butikofer percaya, saat ini Pemimpin Xi Jin-ping tengah mempromosikan semangat nasionalismenya. Uni Eropa bersama Amerika Serikat dan Jepang tidak akan membiarkan RRT bertindak semena-semena, terutama saat berbicara tentang kebijakan perihal Taiwan.