(Taiwan, ROC) - Taiwan telah meningkatkan kuota kedatangan dari luar negeri menjadi 40.000 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) per minggu, dan akan terus mengevaluasi kebutuhan bagi kunjungan bisnis untuk mengadopsi revisi protokol kesehatan di waktu paling sesuai.
Demikian diungkapkan Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) dalam rapat kerja pencegahan pandemi di Yuan Eksekutif pada hari Senin.
Perihal laporan Peringkat Ketahanan Pencegahan Pandemi Global yang dirilis Bloomberg News bahwa Taiwan berada di urutan ke 52 dari 53 negara yang disurvei, Su menegaskan bahwa laporan tersebut didasarkan pada kebijakan pembukaan perbatasan yang diadopsi masing-masing negara, dan Taiwan masih bersikap konservatif dalam isu ini.
Sementara itu, Su meyakinkan kesuksesan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) dalam kebijakan merendahkan jumlah kematian, mengutip statistik yang menunjukkan bahwa angka kematian berlebih di Taiwan hanya lebih tinggi dari tiga negara lain, yakni Siprus, Selandia Baru dan Liechtenstein; sedangkan dalam perhitungan kematian per sejuta jiwa, Taiwan berada di kelompok paling rendah.