(Taiwan, ROC) Hingga tahun ini pembinaan hubungan Lithuania dan AS telah berjalan ratusan tahun, kongres nasional Lithuania pada tanggal 7 Juli (waktu setempat) menggelar forum pembahasan bertajuk “kebebasan”, dan Taiwan menjadi satu-satunya negara Asia yang diundang. Wamenlu Tseng Ho-jen (曾厚仁) kemarin mengemukakan, ini menjadi situasi perkembangan baru yang dipicu dari perang Rusia Ukraina, Taiwan memiliki makna khusus. Wamenlu Tseng Ho-jen dalam forum tersebut mengangkat tema “Defining Europe Whole and Free”. Ia beranggapan pandangan dari nara sumber Taiwan sangat spesial dan menjadi topik yang dapat dibahas lebih lanjut.
Dalam pertemuan yang dilakukan secara online dan offline menampilkan nara sumber dari anggota parlemen Lithuania, AS, Ukraina, Polandia dan Georgia, serta kepala penasihat Presiden Lithuania, Asta Skaisgirytė. Wakil Asisten Sekretaris Utama untuk Urusan Eurasia, Departemen Luar Negeri AS Dereck J. Hogan juga akan menjadi nara sumber.
Di sisi lainnya, Taiwan juga berkesempatan untuk melakukan banyak pertukaran dengan tokoh dari negara lainnya, mencakup kegiatan “sangat berarti bagi Taiwan”, juga menunjukkan diri Taiwan dalam membela kebebasan, demokrasi dan supremasi hukum dalam dunia internasional. Tseng juga mengusulkan, berlandaskan pada pengalaman sejarah pemerintahan otoriter dan situasi geopolitik, Taiwan dan negara-negara Eropa Tengah dan Timur lebih mudah untuk saling memahami. Dalam hubungan diplomasi beberapa tahun terakhir ini Taiwan terus membuat terobosan, beberapa negara dari Eropa Tengah dan Timur dapat dikatakan menjadi pendorong yang kuat, Taiwan berlanjut akan mencurahkan upayanya dan meningkatkan kinerja dari instansi terkait.