(Taiwan, ROC) - Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menegaskan, sebagai negara kepulauan yang menjunjung nilai demokrasi dan kebebasan, Taiwan dan Tuvalu telah menjalin hubungan persahabatan erat yang telah membuahkan hasil positif bilateral.
Saat menerima mandat dari duta besar baru Tuvalu, Bikenibeu Paeniu, di Kantor Kepresidenan pada Senin pagi, Presiden Tsai berterima kasih pada Tuvalu atas dukungan bagi Taiwan untuk berpartisipasi dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa Bangsa (UNFCCC) dan organisasi internasional lain, juga percaya bahwa kerja sama yang akan terus dilanjutkan dalam bidang teknologi pertanian, pelatihan tenaga ahli, sumber daya terbarukan, serta kesehatan dan pengobatan, pasti akan mendorong pertalian lebih erat antara kedua negara.
Presiden mengatakan, “Kita bekerja sama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan berjuang demi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB. Dalam menghadapi pandemi, kita saling mendukung untuk memperkuat program pencegahan di Tuvalu. Dubes Paeniu sebelumnya pernah tiga kali menjabat sebagai perdana menteri Tuvalu, memiliki pengalaman politik yang kaya, juga sangat menyelami interaksi kedua pihak. Saya percaya, di bawah dorongan Dubes Paeniu, kerja sama antara Taiwan dan Tuvalu akan semakin erat.”
Dubes Paeniu, sementara itu, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan bantuan yang diberikan Taiwan sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1979.
Yang dapat Tuvalu kembalikan pada Taiwan adalah tingkat kepercayaan dan kesetiaan tertinggi, tegas Paeniu.