(Taiwan, ROC) Setelah RRT memberlakukan larangan impor ikan kerapu dari Taiwan, kemarin (15/6) RRT mengumumkan sejumlah kemasan ikan layur didapati positif virus COVID-19 maka sementara menghentikan pengiriman produk dari Peitu Frozen Foods Corp. selama 1 pekan.
Beberapa tahun terakhir ini larangan impor terhadap produk pertanian dan perikanan dari Taiwan yang dilakukan oleh RRT, Anggota dewan komite sekaligus Juru BIcara Yuan Eksekutif Luo Bing-cheng () pada hari Kamis ini menggelar pers rilis dan menyampaikan, RRT sepihak melarang impor produk perikanan Taiwan, tindakan ini tidak memenuhi tatanan internasional, walaupun produk Taiwan tidak memenuhi standar seharusnya memusnahkan atau retur, bukan menutup pengiriman secara menyeluruh. Luo mengatakan, Dewan Pertanian mengusulkan 3 item kebijakan untuk memperluas jalur ekspor kerapu, meningkatkan penjualan dalam negeri, dan memberikan subsidi kepada nelayan untuk menyesuaikan produksi dan penjualan.
Luo mengatakan, COA akan berlanjut melakukan komunikasi dengan lintas selat, apabila tidak ada solusi pencabutan larangan ini, maka ada kemungkinan akan mengadu ke WTO.
Luo Bing-cheng mengatakan, “RRT secara sepihak membuat larangan impor untuk beberapa produk pertanian dan perikanan, larangan impor menyeluruh tidak memenuhi tatanan internasional. Walapun ada virus, semestinya melampirkan bukti ilmiah, jika ada semestinya juga produk yang tidak lolos uji dapat dimusnahkan atau diretur, bukan menghentikan pengiriman secara menyeluruh, tidak bisa menerima cara demikian, Dewan Pertanian akan berkomunikasi dengan pihak RRT, tidak menutup kemungkinan jika tidak mencabut larangan, maka kami akan mengadu ke WTO.”
Luo mengatakan, mulai dari nanas, atemoya hingga produk perikanan produksi Taiwan mendapat larangan masuk ke RRT, hal ini menunjukkan ketergantungan pada 1 pasar luar negeri cukup tinggi, campur tangan politik RRT dalam ekonomi dan perdagangan akan mempengaruhi hak dan kepentingan petani. Luo mengimbau semestinya RRT berpegang pada norma internasional, meminta bukti ilmiah, ini baru cara yang benar dan cara perdagangan bilateral yang mendasar, bukan dipengaruhi oleh politik.